Washington, LiputanIslam.com—Pengacara Donald Trump, Rudy Giuliani, mengatakan bahwa presiden AS ke-45 itu berkomitmen melakukan perubahan rezim di Iran.

Menurutnya, Trump berkemungkinan merusak perjanjian nuklir JCPOA sebelum mulai mendukung demonstran untuk menjatuhkan pemimpin tertinggi Iran, Sayyid Ali Hosseini Khamenei.

“Kami punya presiden yang keras, yang tidak mendengar para penentang, dan seorang presiden yang berkomitmen melakukan perubahan rezim [di Iran] seperti kita,” kata Giuliani, yang merupakan teman dan pendukung lama Trump, dalam sebuah pidato di Kongres Kebebasan Iran untuk Demokrasi dan HAM, Washington.

Guiliani percaya langkah awal perubahan rezim tersebut adalah dengan merusak perjanjian nuklir 2015. Dia yakin bahwa sang presiden akan melakukan hal tersebut, meski telah dicegah oleh sekutu di Eropa.

“Dengan adanya menlu Pompeo di tangan kanannya dan penasehat keamanan nasional John Bolton di sisi kirinya, apa yang mungkin terjadi dengan… perjanjian nuklir itu?” ujar Giuliani sambil tersenyum.

Iran telah terang-terangan mengecam rencana AS untuk keluar dari perjanjian nuklir. Mereka menilai, langkah tersebut akan membuat Washington kehilangan muka di arena internasional, karena “tidak akan ada negara di dunia ini yang mau mempercayai AS sebab ada kemungkinan pemerintahan selanjutnya tidak menerima perjanjian yang ditengahi oleh pemerintah Trump,”

Giuliani menambahkan, jika perjanjian itu rusak dan “sanksi-sansi kembali [dijatuhkan], kita punya kesempatan untuk meningkatkan aksi-aksi demo,” seperti yang terjadi akhir Desember lalu di beberapa kota Iran.

AS mengklaim bahwa aksi-aksi tersebut anti-pemerintah, namun sebuah survey yang dilakukan oleh Pusat Studi Internasional dan Keamanan Maryland dan IranPoll, hanya 0,3 persen warga Iran yang menganggap “kurangnya kebebasan sipil” sebagai masalah terpenting di dalam negara. Masalah “ketidakadilan” pun hanya dipilih oleh 1,4 persen.

Masalah terbesar yang diprotes sesungguhnya adalah pengangguran (40,1%), inflasi dan biaya hidup tinggi (12,5 5) dan pengangguran kaum muda (9,4 %). (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*