spyWashington, LiputanIslam.com—Setelah pengunduran diri James Clapper dari The Office of the Director of National Intelligence (ODNI) pada Kamis (17/11/16), presiden terpilih AS, Donald Trump, membuat tim keamanan nasional baru dan berencana menutup agensi mata-mata terbesar di negara itu.

Trump mengumumkan pada Jumat lalu bahwa Kansas Rep. Mike Pompeo dan Senator Alabama, Jeff Sessions ditunjuk sebagai Direktur CIA. Sedangkan veteran Lt. Gen. Michael Flynn akan menjadi Penasihat Keamanan Nasional. Mereka dilaporkan melakukan pertemuan  menyatukan sejumlah departemen menjadi agensi intelijen baru.

Kebijakan Trump tersebut menyebabkan kebingungan di anatara anggota Partai Republik. Kori Schake, seorang mantan pejabat Departemen Negara di bawah pemerintahan George W. Bush, memberitahu Politico, “Saya tidak tahu [bagaimana jadinya]… Badan Keamanan Nasional telah susah payah dijalankan oleh orang-orang bermutu tinggi. [Dan] ini akan mustahil dijalankan oleh orang-orang bermutu rendah..”

ODNI dibentuk pada tahun 2005 setelah tragedi 11 September 2001 dalam rangka menutupi kekurangan komunitas intelijen yang berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Faktor utama kekurangan itu adalah sedikitnya pertukaran informasi di antara komunitas intelijen. Menutup ODNI artinya melawan rekomendasi Komisi 9/11.

Seorang mantan pejabat keamanan AS berpendapat ODNI bukan solusi keamanan yang  baik. “Itu adalah ide yang naif bahwa intelijen Amerika bisa ‘diperbaiki.’ Anda tidak akan pernah memiliki badan intelijen yang sama sekali bisa menghentikan aksi teror. Akan selalu ada kekurangan.” (ra/sputniknews)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL