Washington, LiputanIslam.com–Pemerintah Trump berencana mengenakan tarif bea masuk senilai 60 milyar dolar atas sektor telekomunikasi dan teknologi Cina.

Mengutip laporan Reuters, Washington mulai mempertimbangkan kenaikan tarif setelah menuding perusahaan teknologi Cina sebagai pencuri kekayaan intelektual Amerika.

Disebutkan juga bahwa perusahaan teknologi AS telah dipaksa untuk menyerahkan rahasia pembuatan produk agar bisa beroperasi di Cina.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berniat membuat kebijakan yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Amerika, dengan “memberikan kontribusi yang baik terhadap keseimbangan perdagangan kita” dan “memperkuat basis manufaktur Amerika.”

Menurut perintah eksekutif yang yang dikeluarkan Trump, “Penyelewengan hak kekayaan intelektual dan transfer teknologi yang tak adil berpotensi mengancam perusahaan AS dengan merusak kemampuan mereka untuk bersaing secara adil di dalam pasar global.”

Taktik proteksionis Trump ini merupakan bagian dari janji kampanyenya dalam pemilu presiden 2016. Namun, langkahnya ini malah memperparah ketegangan dengan Beijing.

Menteri Perdagangan Cina pun merespon kebijakan Washington ini dengan keras. Dikatakannya bahwa Cina “mendesak AS untuk menghormati sistem perdagangan multilateral” dan mencabut kebijakan itu secepat mungkin. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*