Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump membekukan lebih dari $200 juta dana untuk upaya pemulihan di Suriah, sehari setelah ia mengumumkan bahwa AS akan keluar dari negara itu secepatnya.

Berdasarkan laporan dari Wall Street Journal, Trump memerintahkan Departemen Luar Negeri AS untuk menahan anggaran tersebut pada Jumat (30/3/18).

Menurut kesaksian pejabat, sang presiden mengeluarkan keputusan itu ketika pemerintah tengah mengevaluasi peran Washington dalam konflik Suriah.

Pada Februari lalu, mantan menlu AS Rex Tillerson yang baru dipecat baru-baru ini, menjanjikan dana $200 juta tambahan bagi Suriah dalam pertemuan koalisi global anti ISIS di Kuwait.

Sementara pada Kamis lalu, Trump mengeluh bahwa negaranya telah menghabiskan triliunan dollar untuk perang di Timur Tengah tanpa hasil.

“Kita menghabiskan $7 triliun di Timur Tengah. Dan Anda tahu apa yang kita peroleh? Tidak ada,” ucapnya, sembari berjanji bahwa pemerintahnya akan fokus mengeluarkan anggaran untuk peningkatan pekerjaan dan infrastruktur dalam negeri.

AS dan sekutunya telah membombardir Suriah sejak September 2014. Suriah pun beberapa kali menulis surat keluhan kepada PBB bahwa AS telah berupaya menghancurkan kedaulatan negara itu. AS terbukti mendukung para teroris ISIS dan kelompok militant lainnya untuk menjatuhkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL