Washington, LiputanIslam.com – Pemerintahan Presiden Donald Trump kini telah membatasi informasi dan tidak akan membeberkan sebagian besar nama-nama tamu Gedung Putih karena “resiko keamanan nasional”. Demikian laporan dari kantor berita Washington Post pada Jumat (14/4).

“Dalam rangka menjaga resiko keamanan nasional dan privasi ratusan ribu pengunjung tiap tahunnya, Gedung Putih akan menutup catatan para tamu….” kata Direktur Komunikasi Gedung Putih, Mike Dubke.

Washington Post menambahkan, Gedung Putih nantinya akan menentukan sendiri nama-nama tamu presiden dan wakil presiden yang boleh dirilis.

Sejak Trump menjabat sebagai presiden pada Januari lalu, sebuah halaman website yang mencantumkan nama-nama tamu Gedung Putih sudah dihapus.

Menurut Gedung Putih, menutup halaman tersebut membantu masyarakat AS menghemat uang pajak sebesar $70.000 pada tahun 2020.

Langkah ini menandai perubahan drastis dari masa pemerintahan Barack Obama yang secara terbuka mengungkapkan identitas hampir 6 juta pengunjung di Gedung Putih selama ia memimpin AS.

“Satu-satunya penjelasan atas kebijakan ini adalah bahwa pemerintahan Trump menyembunyikan sesuatu,” kata David Donnelly, kepala organisasi advokasi Every Voice.

“Kerahasiaan semacam ini akan membuat para pemodal besar, pelobi, dan orang-orang yang berkepentingan di Gedung Putih berkesempatan mempengaruhi [pemerintahan Trump]. Ini jelas tidak berkebalikan dengan pernyataan ‘draining the swamp’,” lanjutnya.

Faiz Shakir, direktur politik dari American Civil Liberties Union menguatkan bahwa, “satu-satunya kesimpulan rasional [atas kebijakan ini] adalah bahwa pemerintahan Trump punya banyak hal yang ingin disembunyikan.” (AL/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL