Tel Aviv, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump menunda janji kampanyenya untuk memindahkan Kedutaan besar AS di Israel ke Yerusalem al-Quds.

Menurut informasi dari Gedung Putih yang dilansir berbagai media, Trump diperkirakan akan memperbarui surat pernyataan untuk menetapkan kedubes di Tel Aviv. Hal ini berarti tidak akan ada pemindahan sampai setidaknya enam bulan ke depan.

Sejak Trump dilantik sebagai presiden pada bulan Januari, Tel Aviv telah meningkatkan rencana ekspansi kekuasaan mereka di Yerusalem.

Israel mengklaim Yerusalem sebagai ibukota negara mereka, sementara orang Palestina menginginkan kawasan timur kota itu sebagai ibukota negara masa depan mereka.

Sejak menyampaikan janji-janji mengenai pemindahan kedubes di American Israeli Political Action Committee (AIPAC) pada tahun lalu, Trump terus diminta untuk menepati janjinya dan memulai langkah awal.

Dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Februari, presiden ke-45 AS itu mengatakan rencana relokasi kedubes akan ia pertimbangkan dengan baik-baik.

“Anda tahu saya bukan orang yang suka melanggar janji.” ujarnya kepada sebuah media Israel.

Dalam sejarahnya, kota suci Yerusalem telah dihancurkan setidaknya dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan direbut sebanyak 44 kali oleh rezim Israel. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL