New York, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump mengaku ia sangat layak mendapat hadiah Nobel Perdamaian jika penilaian bersifat “adil”.

Pernyataan itu ia sampaikan di depan wartawan Pakistan sesaat sebelum bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, di sela-sela sesi Majelis Umum PBB pada hari Senin (23/9).

Dalam sesi konferensi pers itu, salah satu wartawan Pakistan mengatakan kepada Trump bahwa sang presiden bisa mendapat Hadiah Nobel Perdamaian jika ia mau membantu menyelesaikan konflik antara Pakistan dan India atas isu Kashmir.

Merespon ucapan si wartawan, Trump menjawab, “Saya pikir saya akan mendapatkan Hadiah Nobel untuk banyak hal, jika mereka memberikannya secara adil…” Kemudian, ia mempertanyakan mengapa penghargaan itu diberikan kepada mantan Presiden Barack Obama.

“Mereka memberikan satu penghargaan kepada Obama segera setelah ia naik ke kursi kepresidenan, dan dia sendiri tidak mengerti mengapa dia mendapatkannya,” kata Trump. “Anda tahu? Itu satu-satunya hal yang saya setujui dengannya.”

Para kritikus menilai Trump tidak pantas menerima hadiah itu karena ia telah membatalkan perjanjian nuklir Iran di tengah kecaman global, meningkatkan intervensi militer AS di Suriah, Afghanistan dan sejumlah negara Afrika.

Jika dia memenangkan penghargaan itu, presiden AS ke-45 itu akan menjadi presiden Amerika kelima yang menerima penghargaan setelah mantan Presiden Theodore Roosevelt, Woodrow Wilson, Jimmy Carter dan Obama. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*