Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump membeberkan bahwa keputusannya untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan dipengaruhi oleh menantu sekaligus penasehatnya, Jared Kushner.

Hal ini ia sampaikan dalam pidato di depan Koalisi Yahudi Republik di Las Vegas beberapa hari yang lalu.  Ia bercerita, isu Golan sempat ia bicarakan lewat telepon dengan Kushner, duta AS untuk Israel David Friedman, dan penasehat Israel-nya, Jason Greenblatt.

“Saya bilang [kepada Kushner], ‘…tolong bantu saya. Beri saya sedikit cerita sejarah [tentang Golan], cepat. Saya ingin yang cepat. Saya punya banyak isu yang harus diselesaikan: Cina, Korea Utara…,” tutur Trump disambut tawa dari penonton.

Setelah mendapat paparan dari Kushner, Trump bertanya; “Apakah kamu suka jika saya mengakui apa yang sedang kita bicarakan? [red: Golan]”

Trump juga bercerita bahwa pemikirannya itu membuat David Friedman terkejut dan bertanya kepada sang presiden apakah dia benar-benar akan melakukan itu.

“Kemudian – ‘BING!’ – semua selesai,” lanjut Trump, menjelaskan proses keputusannya yang sangat cepat. “Kami membuat keputusan cepat… dan baik.”

Pada 25 Maret, akhirnya presiden ke-45 AS itu menandatangani deklarasi pengakuan Dataran Tinggi Golan Suriah sebagai wilayah Israel.

Keputusan itu memicu kecaman internasional, di mana Kementerian Luar Negeri Suriah menyebutnya sebagai “serangan terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah” Suriah.

Negara-negara dunia lain, seperti Iran, Turki, Lebanon, Rusia, dan Uni Eropa (UE) juga menolak keputusan tersebut. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*