Washington, LiputanIslam.com–Presiden AS Donald Trump akhirnya mengakui upaya Rusia dalam mengintervensi pemilu presiden AS 2016 sembari mengambil kesempatan untuk mengkritik presiden pendahulunya, Barack Obama.

Dalam sebuah tweet yang ia rilis pada Sabtu (24/6/17), Trump menyebut “pemilu yang diintervensi oleh Russia” dan mengecam Obama karena tidak melakukan apa-apa terkait apa yang terjadi.

“Baru saja keluar [sebuah laporan]: Pemerintah Obama sudah tahu akan ada intervensi oleh Rusia jauh sebelum pemilu 8 November. Dia tidak melakukan apa-apa. MENGAPA?” tulisnya di Twitter.

Sebelumnya, Trump berkali-kali menolak laporan terkait intervensi Rusia ini, meski badan intelijen AS mengklaim pemerintah Moscow telah berupaya membantu sang presiden untuk memenangi pemilihan.

Komentar ini ia keluarkan setelah Washington Post merilis laporan menghebohkan beberapa saat yang lalu. Laporan itu berisi mengenai Obama yang diberitahu CIA pada bulan Agustus 2016 bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin secara personal memerintahkan kampanye cyber untuk memenangkan Trump di pemilu presiden.

Obama dan timnya disebutkan kebingungan memberikan respon apapun. Gedung Putih melihat informasi ini sebagai ancaman keamanan nasional besar. Setidaknya terdapat 4 peringatan yang dikeluarkan oleh Obama kepada Putin dan agen mata-mata Amerika via jaringan diplomatik.

Setelah Trump menang, sejumlah pejabat di pemerintah Obama mengaku menyesal karena tidak segera mengerahkan aksi pencegahan.

“Para pejabat dari keamanan nasional merasakan introspeksi langsung, seperti ‘Wow, apakah kita salah menangani kasus ini?’” ujar salah seorang pejabat Obama. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL