Foto: Kompas

Foto: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com — Triawan Munaf, dilantik sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif di Istana Negara hari ini oleh Presiden Joko Widodo. Pelantikan ini menjawab isu yang telah dihembuskan oleh berbagai media sejak kemarin, bahwasanya Jokowi akan melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Ternyata, isu tersebut hanyalah isapan jempol semata.

“Bahwa saya akan menjalankan kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan ini,” kata Jokowi, saat membacakan sumpah yang diikuti oleh Triawan.

Triawan adalah ayah dari penyanyi Sherina Munaf. Triawan juga sempat menjadi musisi pada era 1970-an dan kini menjadi praktisi periklanan. Ia masuk sebagai tim sukses yang membantu Jokowi-Jusuf Kalla pada pilpres 2014 lalu.

Setelah menjadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan akan mendapat fasilitas keuangan dan fasilitas lainnya setingkat menteri. Keputusan ini berlaku setelah pelantikan.

Presiden Jokowi memisahkan bidang ekonomi kreatif dengan Kementerian Pariwisata. Bidang ekonomi kreatif ini nantinya akan diurusi oleh Badan Ekonomi Kreatif.

Saat kampanye pada pilpres, Jokowi dan JK sempat berjanji akan menggerakkan sektor ekonomi kreatif. Ide ini bahkan menggerakkan kalangan pegiat seni untuk membantu Jokowi-JK memenangkan pilpres.

Menurut Ketua Tim Ahli Wakil Presiden (Wapres) Sofjan Wanandi, Badan Ekonomi Kreatif ini nantinya akan dipimpin 10 hingga 12 direktur. Direktur Badan Ekonomi Kreatif akan diisi oleh figur-figur yang berlatar belakang musisi, pekerja film, dan dunia fashion.

Seperti diketahui, negara yang sangat berhasil dalam mengembangkan ekonomi kreatifnya adalah Korea Selatan. Negara yang luasnya lebih kecil dari Pulau jawa tersebut, berhasil mengekspor Korean Waves atau yang lazim disebut Hallyu ke Asia, Amerika bahkan Eropa.

Produksi film, musik, dan fashion Korea Selatan didukung penuh oleh pemerintah setempat, dikemas dengan sangat apik sehingga mampu ‘dijual’ dengan harga yang tinggi.

Tak hanya itu, gaya berpakaian ala artis-artis Hallyu sering dijadikan kiblat oleh jutaan manusia dari berbagai negara.

Akankah Badan Ekonomi Kreatif ini mampu mewujudkan Indonesian Waves? Semoga saja. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL