transasia2Taipei, LiputanIslam.com — Maskapai penerbangan Taiwan TransAsia, hari Rabu (11/2) menawarkan kompensasi sebesar $473.000 atau sekitar Rp 5,7 miliar kepada tiap keluarga korban tewas dalam kecelakaan di Sungai Keelung, Taipei, tanggal 4 Februari lalu.

Seperti dilansir Channel NewsAsia, kompensasi itu termasuk uang duka cita sebesar $6.300 atau hampir Rp 80 juta dan biaya pemakaman sekitar Rp 400 juta yang telah dibayarkan kepada semua keluarga korban. Namun tidak semua keluarga korban menerima tawaran itu.

Jumlah kompensasi tersebut sama dengan yang diberikan oleh maskapai penerbangan yang sama terhadap keluarga korban kecelakaan TransAsia nomor penerbangan 222 yang jatuh di Pulau Penghu bulan Juli 2014 lalu yang menewaskan 48 orang.

Tawaran ini diberikan menjelang pengumuman hasil tes kelayakan terbang yang dilakukan terhadap para pilot TransAsia yang menerbangan pesawat jenis baling-baling ATR sebagaimana pesawat yang jatuh minggu lalu. Sebanyak 71 pilot mengikuti uji kelayakan terbang tersebut hari Sabtu lalu.

Laporan awal penyelidikan atas kecelakaan tersebut menemukan bahwa salah satu mesin pesawat mati beberapa saat setelah tinggal landas. Kemudian pilot mencoba menghidupkan kembali mesin tersebut dengan terlebih dahulu mematikan semua mesin. Akibatnya pesawat kehilangan daya dan akhirnya jatuh.

“Pasti ada kesalahan dengan awak pesawat,” kata pejabat otoritas penerbangan sipil Taiwan yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Pada hari Selasa (10/2) Presiden Ma Ying-jeou dan para pejabat Taiwan menghadiri peringatan musibah tersebut yang digelar di ibukota Taipei. Sementara itu pada hari Rabu, seorang penyelam yang terlibat dalam operasi pencarian korban, tewas.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL