Gaza, LiputanIslam.com–Negara-negara Muslim menyuarakan kemarahan atas peristiwa genosida demonstran Hari Bumi Palestina oleh militer Israel.

Demo bernama “The Great March of Return” ini diadakan pada Jumat (20/3/18), bertepatan  di Hari Bumi ke-42 yang memperingati pembunuhan 6 warga Palestina oleh tentara Israel pada tahun 1976 silam.

Dalam demo ini, 16 orang Palestina terbunuh dan lebih dari 1.400 lainnya terluka. Tentara Israel menembakkan amunisi hidup dan gas air mata untuk mendorong para demonstran menjauh dari pagar perbatasan yang dijaga ketat.

Dalam sebuah pernyataan terbuka pada Jumat, menlu Turki mengecam Israel karena menggunakan “kekuatan yang tidak seimbang” terhadap demonstran Palestina. Ia juga menyuarakan duka cita kepada para korban dan meminta Tel Aviv berhenti bertindak jahat.

Menlu Qatar juga secara tegas menyatakan bahwa tindakan Israel itu adalah penyelewengan hukum internasional. Ia meminta komunitas internasional dan Dewan Keamanan untuk menghentikan mesin perang Israel terhadap rakyat Palestina.

Ia juga menegaskan dukungan Doha atas hak-hak Palestina, termasuk hak untuk kembali ke rumah mereka.

Kecaman juga datang dari sekjen Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit. Dalam konferensi pers, ia menyatakan bahwa Israel harus bertanggung jawab secara moral atas kejahatan tersebut.

Sementara itu, pemerintah Saudi tak mengeluarkan pernyataan apapun atas kejadian ini.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengumumkan hari Sabtu sebagai hari duka cita untuk menghormati para korban.

Demo “The Great March of Return” dikabarkan akan diadakan kembali pada 15 Mei karena bertepatan dengan Hari Nakba (Hari Kehancuran) yaitu hari di mana negara Israel didirikan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*