Typhoon Rammasun hits ManilaBeijing, LiputanIslam.com — Lebih dari 100 orang dipastikan tewas oleh terjangan topan Rammasun di Filipina dan Cina minggu ini.

Meski awalnya diramalkan akan mengalami penurunan kekuatannya setelah meninggalkan Filipina, topan Rammasun ternyata masih menimbulkan kerusakan hebat saat menghantam Cina. Setidaknya 16 orang tewas akibat terjangan topan ini di kawasan selatan Cina, menjadi salah satu bencana topan terhebat yang melanda Cina. Demikian keterangan kantor berita Xinhua sebagaimana dikutip BBC, Minggu (20/7).

Xinhua pada hari Sabtu (19/7) melaporkan topan Rammasun yang membawa hujan badai menghantam beberapa kota pantai di Provinsi Guangdong dan Hainan serta wilayah Guangxi. Setidaknya 3 juta orang terkena dampak buruk topan tersebut.

Badai juga mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Provinsi Hainan, Jumat (18/7).

Akibat badai bandara kota Nanning, ibukota Provinsi Guangxi, ditutup dan menelantarkan 1.300 penumpang pesawat. Selain itu jalur kereta api antara Nanning dengan kota-kota di kawasan pantai juga dihentikan sementara.

Sebelumnya topan Rammasun menghantam Filipina, menewaskan setidaknya 94 orang dan memaksa lebih dari 500.000 orang untuk mengungsi. Demikian keterangan terakhir badan penangangan bencana Filipina.

Kebanyakan korban tewas tertimpa pohon dan benda-benda keras yang terbawa topan. Sebagian lainnya tewas tenggelam oleh banjir yang terbawa oleh topan, atau tertimpa longsoran tanah.

Topan Rammusun yang berasal dari bahasa Thailand yang artinya adalah Dewa Petir di Filipina dikenal dengan nama topan “Glenda,” menimbulkan tanah longsor di dekat kota Legazpi City pada hari Selasa (14/7), sebelum menghantam Manila.

Setelah melemah di atas Laut Cina Selatan, topan ini mendapatkan kekuatan kembali saat menerjang wilayah pantai Cina. Dan saat masuk ke wilayah daratan Cina, topan bertambah kekuatan menjadi kategori 5.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL