kebaktian pausManila, LiputanIslam.com — Kunjungan Paus Franciskus di kota korban Topan Haiyan tahun 2013, Tacloban, mengalami gangguan topan dan memaksa Paus mempersingkat kunjungannya dan membatalkan beberapa acara.

Angin kuat diserta hujan menyambut kedatangan Sri Paus di Tacloban, Sabtu (17/1), memaksanya membatalkan berbagai acara yang telah direncanakannya bersama para korban Topan Haiyan. Demikian sebagaimana dilaporkan BBC News, Sabtu (17/1) petang.

Setelah menyatakan permintaan ma’af di katedral setempat, Sri Paus pun segera kembali ke pesawatnya dan meninggalkan bandara Tacloban. Tidak lama kemudian otoritas penerbangan Filipin menutup bandara tersebut. Ribuan umat yang telah menunggu untuk mengikuti kebaktian pun harus menerima kekecewaan.

Topan Haiyan tahun 2013 merupakan bencana topan terkuat yang pernah tercatat di Filipina. Topan ini menimbulkan ombak raksasa setinggi hingga 7 meter, menyapu wilayah pantai. Sekitar 90% kota Tacloban di Provinsi Leyte hancur oleh topan ini.

Sebanyak 14,5 juta orang menjadi korban topan ini di seluruh Filipina dengan jumlah terbesarnya di Provinsi Leyte. Ribuan orang tewas akibat topan ini dan sekitar sejuta orang masih tinggal dalam penampungan.

Sebelum kunjungan ke Filipina, Paus Francis mengatakan bahwa ia telah memutuskan untuk mengunjungi Tacloban setelah mengetahui dampak hebat seragan topan tersebut.

Terdapat sekitar 80 juta umat Katholik di Filipina, demikian BBC menyebutkan.

Terkait dengan itu, otoritas Filipina menyebutkan bahwa Topan Mekkhala dengan kecepatan 130 km per-jam telah memaksa dihentikannya layanan feri di Provinsi Leyte, memaksa ribuan penumpang terjebak di pelabuhan. Demikian Associated Press menyebutkan.

BBC News menyebutkan, seorang warga tewas tertimpa pipa scaffolding di dekat panggung tempat Sri Paus direncanakan memimpin misa terbuka di Tacloban.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*