tony blairLondon, LiputanIslam.com — Mantan perdana menteri Inggris yang dianggap bertanggungjawab dalam perang ilegal Irak, Tony Blair, mengumumkan akan menjadi ketua Komisi Anti Anti-Semit Eropa. Demikian kantor berita Russia Today melaporkan, Kamis (4/6).

Keputusan itu menyusul pengunduran dirinya sebagai duta perdamaian Timur Tengah Uni Eropa, AS dan Rusia.

Lembaga baru yang akan dipimpin Blair, European Council on Tolerance and Reconciliation (ECTR), yang oleh Russia Today disebut sebagai komisi anti anti-semit, dibentuk untuk menangkal gerakan penolakan ‘holocoust’ dan anti-semit di negara-negara Eropa. Selain itu organisasi ini juga bertugas menetapkan kriteria dan standar tentang rasisme dan anti-semitisme serta menjaga keamanan sekolah-sekolah dan tempat-tempat ibadah yahudi.

Dalam sebuah artikel di The Times, Blair dan rekannya, Moshe Kantor, mengingatkan bahwa Eropa kini dalam masa ‘titik balik yang berbahaya’.

“Kita hidup di era yang berbahaya. Telah ada 3 periode dalam masa seratus tahun terakhir, ketika pertumbuhan GDP di Eropa di bawah 1%, yaitu sebelum Perang Dunia I, sebelum Perang Dunia II dan tahun 2014 lalu. Ekonomi yang merosot mendorong ketidakstabilan,” tulis Blair dan Kantor.

Artikel tersebut ditulis dengan merujuk pada laporan terakhir dari Kantor Centre di Tel Aviv University yang menemukan tahun 2014 terjadi insiden anti-Semitik terbanyak dalam 10 tahun terakhir.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa selama setahun terjadi 766 insiden-insiden anti-Semit, yang oleh Blair dan Kantor disebut sebagai ‘salah satu tahun terburuk dalam dekade terakhir.

Blair mengumumkan pengunduran dirinya sebagai duta perdamaian Timur Tengah bulan lalu, menyusul laporan hubungannya yang memburuk dengan otoritas Palestina.(ca)   

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL