blairLondon, LiputanIslam.com — Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair diperkirakan akan segera mengundurkan diri sebagai utusan khusus Timur Tengah bagi PBB, Uni Eropa, AS dan Rusia, di tengah kontroversi perannya sebagai dalang perang ilegal di Irak yang dilancarkan AS dan Inggris tahun 2003.

Sebagaimana dilansir kantor berita Iran Press TV, Senin (16/3), laporan tentang pengunduran diri itu muncul di media mapan Inggris Financial Times, hari Minggu (15/3). Mengutip keterangan sumber terpercaya yang tidak disebutkan namanya, pengunduran tersebut telah menjadi pembahasan lama mengingat Blair dianggap tidak lagi efektif menjalankan tugasnya mengingat kredibilitasnya yang lemah di Timur Tengah.

Laporan itu menyebutkan bahwa Blair telah bertemu Menlu AS John Kerry pada tanggal 14 Maret lalu di sebuah resort di Sharm el-Sheik, Mesir, untuk mendiskusikan masalah itu. Ia juga telah bertemu kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini.

Menurut laporan itu Blair masih menginginkan jabatan tersebut, namun dirinya dianggap sudah tidak layak lagi oleh ‘kuartet’ PBB, Uni Eropa, AS dan Rusia.

Blair ditunjukan sebagai utusan khusus pada tahun 2007 setelah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai PM Inggris. Pengangkatan tersebut atas rekomendasi presiden AS saat itu, George W. Bush. Blair dan Bush dianggap sebagai pasangan paling bertanggungjawab atas perang ilegal di Irak.

Salah satu masalah yang ditimbulkan oleh Blair adalah perannya sebagai ‘penasihat’ beberapa perusahaan dan pemerintahan di kawasan Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran munculnya konflik kepentingan. Blair adalah penasihat pemimpin Mesir Abdel-Fattah al-Sisi dan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbeyev. Ia juga menjadi konsultan perusahaan JP Morgan, PetroSaudi, serta sebuah lembaga keuangan Abu Dhabi.

Pada bulan Januari lalu sekelompok anggota parlemen Inggris melancarkan kampanye untuk memaksa Blair membuka laporan keuangannya terkait dengan penghasilan dari luar negeri. Pada pertengahan 2014 lalu sekelompok mantan diplomat dan tokoh politik Inggris juga menyerukan pemecatan Blair sebagai utusan khusus Timur Tengah.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Blair terkait laporan pengunduran diri tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*