tony-abbottMelbourne, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Australia Tony Abbott sesumbar akan “mendamprat” dan mengalahkan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam perdebatan soal kecelakaan pesawat Malaysia Airlines yang menewaskan 38 warga Australia.

Selama ini Abbott menuduh Rusia bertanggungjawab atas musibah tersebut dengan memberikan bantuan kepada pemberontak Ukriana yang telah menembak jatuh pesawat tersebut bulan Juli lalu.

“Lihatlah, saya akan menyerang dan mengalahkan Putin. Silahkan bertaruh,” kata Abbott kepada wartawan, Senin (13/10), perihal rencana pertemuan G20 di Brisbane November mendatang.

“Saya akan mengatakan kepada Putin bahwa warga Australia telah dibunuh oleh pemberontak dukungan Rusia dengan menggunakan senjata buatan Rusia,” kata Abbott sebagaimana laporan BBC News dengan mengutip ABC (Australian Broadcasting Corporation).

Abbott mendapatkan kritikan tajam di dalam negerinya karena mengijinkan Putin hadir dalam pertemuan G20 tersebut.

Pemberontak Rusia membantah tuduhan sebagai penanggungjawab jatuhnya MH17, mengklaim mereka tidak memiliki senjata yang bisa menembak pesawat pada ketinggian lebih dari 10 km. Sementara itu Rusia justru menuduh Ukraina sebagai pelaku penembakan, berdasarkan bukti gambar satelit yang menunjukkan pesawat tempur SU-25 Ukraina terbang mengikuti pesawat MH17 sebelum pesawat itu jatuh di wilayah Donetsk, Ukraina timur.

Di sisi lain tim penyelidik dari Belanda beberapa waktu lalu telah merilis laporan sementara yang menyebutkan bahwa MH17 jatuh oleh beberapa benda berkecepatan tinggi yang menabrak pesawat hingga meledak di udara.

Pemimpin oposisi Bill Shorten mengatakan kepada Fairfax Media bahwa kehadiran Putin dalam pertemuan G20 di Brisbane merupakan bentuk pelecehan terhadap Australia. Namun Abbott mengatakan bahwa Australia tidak memiliki kewenangan untuk melarang Putin hadir dalam pertemuan G20 karena bertentangan dengan konsensus semua anggota G20.

Fairfax melaporkan bahwa Abbott menjamin bahwa “keadilan akan ditegakkan atas Putin”.

Pernyataan Abbott tersebut disampaikan setelah media Rusia edisi bahasa Inggris, Pravda, merilis opini yang menyerang Abbott terkait dengan isu Rusia.

Dalam opini itu disebutkan bahwa Abbott adalah manusia yang “kurang ajar” dan “Australia memiliki chip kolonialis di pundaknya”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL