Cameron PopeLondon, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Inggris David Cameron menolak pernyataan Sri Paus Franciscus tentang majalan satire Perancis Charlie Hebdo. Menurut Cameron media massa berhak untuk mengolok-olok agama.

“Saya rasa di negeri bebas, ada hak untuk mengolok-olok agama orang lain. Saya penganut Kristen, jika seseorang mengolok-olok Yesus, saya mungkin menganggapnya sebagai tindakan offensif, namun dalam dunia bebas saya tidak berhak untuk melakukan tindakan balas dendam,” kata Cameron dalam wawancara dengan CBS News sebagaimana dikutip BBC News, Minggu (18/1) petang.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait dengan pernyataan Sri Paus Franciscus minggu lalu yang mengecam kebebasan berekspresi yang berlebihan sebagaimana dilakukan oleh Charlie Hebdo. Paus memberi contoh, jika seseorang mengolok-olok ibunya maka ia akan dipukul.

Menurut Paus, agama harus diperlakukan dengan hormat sehingga tidak ada orang yang dipermalukan dan dihinakan.

12 orang dinyatakan tewas oleh serangan militan terhadap kantor majalan satire Charlie Hebdo, Rabu (7/1) lalu.

Kemunafikan Charlie Hebdo

Majalah ini terkenal dengan kegemarannya mengolok-olok simbol-simbol agama Islam dan juga Kristen, namun sangat menghindari untuk mengolok-olok agama yahudi.

Sebagaimana dilansir thetruthseeker.co.uk minggu lalu, pada tahun 2009 majalah ini memecat seorang kartunisnya dengan tuduhan anti-semit setelah menggambar karikatur tentang putra Presiden Sarkozy, Jean Sarkozy, yang menjadi penganut agama yahudi karena alasan finansial.

Akibat artikel bergambar itu Maurice ‘Sine’ Sinet dipecat dari Charlie Hebdo karena alasan “memicu kebencian rasial”.

Editor Charlie Hebdo Philippe Val meminta Sinet untuk meminta ma’af, namun Sinet menolak dan berbuntut pada pemecatan. Menurut laporan itu keputusan pemecatan itu didukung oleh tokoh-tokoh yahudi Perancis, termasuk Bernard-Henry Lévy.

Minggu lalu Maurice Sinet yang kini memiliki majalah satire sendiri, Sine Hebdo menuntut jurnalis Claude Askolovitch yang telah menuduhnya sebagai “anti-semit”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*