simpanseNew York, LiputanIslam.com — Pengadilan kota New York menetapkan bahwa simpanse bukan manusia dan karena tidak memiliki hak-hak yang sama dengan manusia. Demikian Russia Today melaporkan, Sabtu (6/11).

Ketetapan pengadilan tersebut dikeluarkan setelah sekelompok penyayang binatang berusaha membebaskan seekor simpanse dari kandangnya dengan dalih hal itu telah membuat simpanse tersebut menderita sebagaimana manusia yang terisolir.

Tommy, seekor simpanse menjadi sumber masalah ini. Sempat eksis di dunia hiburan, monyet ini kini harus tinggal di penampungan khusus di New York. Pemiliknya, Patrick Lavery, mengklaim bahwa Tommy hidup dengan perawatan yang cukup sesuai peraturan negara bagian, dan secara rutin mendapatkan kunjungan inspeksi. Tommy tinggi di kandang besar dengan 7 ruangan dan memiliki banyak boneka dan beberapa sarana hiburan pribadi.

Namun kelompok Nonhuman Rights Project, menuntut agar Tommy dibebaskan dari kandangnya dan dikirim ke alam liar di Florida. Jubir kelompok ini, Eyder Peralta, mengatakan:

“Para ilmuawan telah menemukan fakta bahwa simpanse secara kognitif sama dengan manusia, maka ia memiliki hak yang sama dengan manusia. Dalam hal ini, Nonhuman Rights Project meminta pengadilan untuk memaksa pemilik simpanse ini untuk menjelaskan mengapa ia merasa berhak untuk menahan seseorang dalam kandang.”

Namun, pengadilan tidak sepakat dengan pandangan kelompok itu. Setelah melalui perdebatan panjang, 5 anggota dewan juri Pengadilan New York menolak hak-hak azazi Tommy.

“Tidak seperti manusia, simpanse tidak bisa melakukan kewajiban-kewajiban hukum. Karenanya tidak tepat baginya untuk menanggung segala tanggunjawab hukum dan tugas-tugas sosial,” demikian pernyataan pengadilan.

Atas kegagalannya itu, Nonhuman Rights Project mengatakan akan mengajukan banding.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL