Washington, LiputanIslam.com—Aktris hollywood berkewarganeraan Israel, Natalie Portman, baru-baru ini menolak menghadiri acara penghargaan Genesis Prize yang juga biasa disebut “Nobel Yahudi” dengan alasan adanya “peristiwa menyedihkan” di negaranya.

Peristiwa menyedihkan yang ia maksud adalah serangan brutal demonstran tak bersenjata Palestina di Gaza oleh tentara Israel.

Warga Palestina di Gaza menggelar demo “March of Great Return” sejak 30 Maret, dalam rangka memperjuangkan hak atas tanah sendiri. Ribuan demonstran yang berpartisipasi ternyata menjadi target tembakan tentara Israel. Sebanyak 35 orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Wakil Portman menghubungi Genesis Foundation, dan menyatakan bahwa “peristiwa terkini di Israel sangat menyedihkan baginya [Portman] dan dia tidak merasa nyaman berpartisipasi dalam acara publik apapun di Israel.

Akibatnya, muncul respon keras dari sejumlah pejabat Israel, seperti Menteri Kebudayaan Miri Regev. Politisi Israel yang dikenal karena melecehkan keluarga tahanan Palestina, Oren Hazan, juga mengecam Portman dan meminta kewarganegaraannya dicabut.

Namun, sebuah organisasi pro-Palestina, Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) memuji sikap sang aktris yang “menolak dicuci dengan kejahatan Israel dan kebijakan apertaheid” atas Palestina.

Organisasi BDS adalah gerakan damai di seluruh dunia yang menargetkan pemboikotas terhadap Israel dan penghentian kekerasan rezim Israel terhadap warga Palestina. Gerakan ini terus membesar setiap tahun, dan telah membuat khawatir para politisi Israel.

Sikap Portman yang kontroversial ini pernah juga pernah dilakukan oleh penyanyi pop New Zealand, Lorde, yang memboikot konsernya di Tel Aviv setelah dihubungi oleh BDS. Lorde kemudian diserang dengan kampanye jahat oleh badan lobby Israel, namun ia juga mendapat banyak dukungan dari sesama artis dan seniman. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*