Washington, LiputanIslam.com— Sejumlah tokoh anti perang ternama dari berbagai latar belakang ideologi memperingatkan bahwa pemerintah AS mungkin akan membunuh Juan Guaidó dalam rangka menjustifikasi intervensi militer di Venezuela.

Juan Guaidó adalah pemimpin oposisi Venezuela yang baru-baru ini memimpin aksi kudeta terhadap pemerintahan Nicholas Maduro. Ia mendapat dukungan dari pemerintah AS.

Peringatan ini disampaikan setelah aksi kudeta Guaidó pada Selasa (30/4) gagal. Menurut para analis, ia tidak berhasil meraup dukungan yang signifikan dari rakyat Venezuela. Dengan dirinya yang kehilangan legitimasi dan momentum dengan cepat pasca kudeta, ada peluang besar bahwa pelindung politiknya, AS, akan menjatuhkannya. Dengan itu, AS bisa menyalahkan Presiden Nicolás Maduro hingga akhirnya menjustifikasi serangan militer di negara Amerika Latin itu.

Salah satu tokoh anti perang yang menyuarakan kekhawatiran ini adalah Daniel McAdams, direktur eksekutif Ron Paul Institute for Peace and Prosperity dan pemandu acara Ron Paul Liberty Report. Dalam siaran Liberty Report pada Selasa, ia membicarakan hal ini.

“Dia [Guaidó] telah menjadi tokoh yang malang sejauh ini. Dia menyerukan aksi perotes masal dan tidak ada yang mendengarkannya. Saya kira dia tidak menyadari bahwa kini sebenarnya dia lebih diharapkan untuk mati tidak hanya oleh CIA, tetapi juga oleh pendukungnya di kelompok oposisi. [Guaidó  mungkin akan] ditembak di tengah kerumunan atau sesuatu seperti itu… Itu mungkin mengejutkan, Dr. Paul, tetapi CIA memang pintar melakukan hal seperti ini,” tuturnya.

Selain McAdams, tokoh lain yang memperingatkan hal yang sama adalah Ajamu Baraka, mantan kandidat wakil pemimpin Partai Hijau dan pengelola Black Alliance for Peace. Di dalam akun Twitter-nya, ia menulis hal ini:

“Waspadai oporasi ‘bendera palsu’ di Venezuela dengan mengorbankan Guaidó, orang yang nilainya semakin pudar bagi CIA & AS saat ini. Dengan pembebasan Leopoldo Lopez (oleh pasukan yang tidak dikenal) AS kini punya akses kepada seseorang yang lebih kejam dan oportunis dibandingkan Guaidó.”

Leopoldo Lopez adalah rekan Juan Guaido ikut memimpin aksi kudeta. Pendiri partai sayap-kanan Popular Will dan mantan walikota distrik Chacao ini ditahan pada 2014 karena menyulut demo anti-Maduro yang penuh kekerasan. Namun, setelah upaya kudeta gagal, Lopez lari dan bersembunyi di kedubes Spanyol. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*