ghulam-azam_1Dhaka, LiputanIslam.com — Tokoh politik senior Islam Bangladesh Ghulam Azam, meninggal dunia karena serangan jantung dalama usia 91 tahun. Demikian keterangan pejabat rumah sakit di Dhaka, Kamis (23/10) sebagaimana dilaporkan BBC News.

Mantan pemimpin partai Islam terbesar Jamaat-e-Islami itu meninggalkan kontroversi tentang perannya dalam Perang Kemerdekaan Bangladesh tahun 1971. Tahun lalu ia dijatuhi hukuman penjara selama 90 tahun oleh pengadilan internasional yang dibentuk di Bangladesh untuk mengadili kejahatan perang selama Perang Kemerdekaan Bangladesh tahun 1971.

Selama proses pengadilan hingga setelah pembacaan vonis bulan Juli 2013 lalu, terjadi serangkaian tindak kekerasan terkait dengan pengadilan itu.

“Ia meninggal karena “cardiac arrest” (sakit jantung) pada pukul 10.10 hari ini,” kata Abdul Majid Bhuiyan, Direktur Bangabandhu Sheikh Mujib Medical University kepada wartawan.

Sebelumnya pada hari Kamis, putra Azam, Abdullahel Azmi, mengatakan kepada AFP bahwa kondisi kesehatan ayahnya memburuk dan harus mendapatkan alat pendukung untuk menyelamatkan hidupnya.

Tahun lalu pengadilan internasional yang dibentuk oleh PBB dan pemerintahan Liga Awani, menetapkan Azam bersalah atas 5 kejahatan, termasuk konspirasi dan provokasi pembunuhan selama berlangsungnya Perang Kemerdekaan Bangladesh tahun 1971.

Sebagaimana diketahui, pada tahun itu sebagian rakyat Bangladesh yang didukung oleh pemerintah India, melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Pakistan dan menyatakan kemerdekaannya dari Pakistan. Namun sebagian rakyat Bangladesh, termasuk Azam, menentang pemberontakan dan membantu pasukan Pakistan menumpas pemberontakan.

Azam dan pendukung-pendukungnya menentang pengadilan yang dibentuk PBB atas dirinya, dan menyebutnya sebagai pengadilan politik. Pengadilan ini juga dikecam oleh Human Right Watch karena tidak memenuhi standar pengadilan internasional.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL