spanduk uin sbySurabaya, LiputanIslam.com–Menyusul beredarnya spanduk kegiatan mahasiswa Mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, tokoh MUI Kabupaten Malang, Jawa Timur, KH Lutfi Bashori menyurati polisi.

“Kami atas nama umat Islam, saat ini merasa resah dengan tersebarnya foto beberapa Mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya dengan tulisan “TUHAN MEMBUSUK” baru-baru ini,” demikian kutipan surat KH Lutfi.

Menurut KH Lutfi, kata-kata itu merupakan pelecehan terhadap umat beragama di Indonesia.

“Untuk itu, kami mohon agar bapak Kapolda bersedia menindaklanjuti temuan kami ini, agar dapat meredam kemarahan umat Islam secara umum,” lanjut KH Lutfi.

Kata-kata ‘Tuhan Membusuk’ tertera di spanduk kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR)  yang diadakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Kalimat lengkapnya adalah  “Tuhan Membusuk” : Rekonstruksi Fundamentalisme menuju Islam Kosmopolitan.

Dr. Ainur Rofiq al-Amin, dosen Fakultas Ushuludin, IAIN Sunan Ampel Surabaya,  yang dihubungi LI menyatakan, dirinya juga tidak menyetujui penggunaan kata-kata ‘Tuhan Membusuk’ tersebut karena akan menimbulkan kontroversi.

“Bisa jadi maksud membusuk itu adalah materi yang dituhankan, atau konsep, atau pemahaman tentang Tuhan yang diejawantahkan kelompok-kelompok radikal takfiri sehingga Tuhan berikut agamanya dianggap keras dan kejam. Akhirnya, Tuhan dengan rahmat dan kasih-Nya tidak tampak. Hanya saja, mahasiwa belum bisa membuat kalimat yang pas. Tapi saya setuju pada semangat anti fundamentalisme yang diusung mahasiwa dalam kegiatannya itu. Seperti kita ketahui bersama, akhir-akhir ini fundamentalisme semakin merebak di Indonesia, dan muncul kelompok-kelompok teror yang membahayakan, seperti ISIS,” jelas Dr. Ainur. (baca: Dr Ainur: Membongkar Kepalsuan Hizbut Tahrir)

Menanggapi laporan tokoh MUI Kabupaten Malang ke polisi, Dr. Ainur mengatakan, “Saya lebih tidak setuju lagi kalau mahasiswa kita sampai dilaporkan. Yang harus dilakukan adalah mendidik dan membimbing mereka, bukan ditakut-takuti, apalagi dikriminalkan.”(dw)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL