Zhoy YongkangBeijing, LiputanIslam.com — Setelah menjadi teka-teki tentang status perkara yang menjerat tokoh berpengaruh Cina, Zhou Yongkang, akhirnya dipastikan  yang bersangkutan resmi menjadi tersangka tindakan “pelanggaran disiplin yang serius”. Demikian media pemerintah Cina melaporkan sebagaimana dikutip BBC News.

Pengumuman itu mengakhiri spekulasi tentang keberadaan salah satu pejabat paling berpengaruh di Cina itu setelah menghilang dari publik selama beberapa bulan terakhir, sementara kroni-kroni dekatnya satu-persatu masuk penjara.

Zhou sebelumnya mengepalai kementrian keamanan publik, lembaga paling berpengaruh Cina yang terkait erat dengan masalah hukum dan bisnis di Cina. Ia juga anggota berpengaruh Politburo, lembaga tertinggi negara Cina.

Perkara hukum yang menjerat Zhou dan kroni-kroninya menjadi isu paling berat di Cina sejak penyelidikan terhadap kelompok “Gang of Four” pada awal dekade 1980-an. “Gang of Four” adalah 4 orang pejabat penting Cina yang menjadi kroni terdekat mantan pemimpin tertinggi Cina Mao Tse Tung, termasuk istri Mao sendiri.

Zhou Yongkang tersingkir dari lingkaran kekuasaan pada akhir tahun 2012, ketika pesaingnya, Xi Jinping menduduki jabatan ketua Partai Komunis sekaligus menjabat sebagai Presiden Cina.

Sejak itu Xi melancarkan kampanye pembersihan pejabat-pejabat korup dengan dalih tindakan-tindakan mereka telah mengancam eksistensi partai komunis Cina.

Dalam sebuah laporan singkat Selasa (29/7), kantor berita Xinhua menyebutkan bahwa penyelidikan terhadap Zhou akan dilakukan oleh organ partai komunism yang bertugas mengawasi tindak korupsi partai, Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin.

Dalam satu kesempatan Presiden Xi pernah bersumpah akan memburu “harimau dan lalat”, mengisyaratkan pembersihan dari aparat paling tinggi hingga paling rendah. Dalam kasus Zhou, sangat jelas ia telah menangkap “macan”. Tidak ada pejabat setingkat Zhou yang terjerat hukum selama 30 tahun terakhir.

Pada puncak kekuasaannya, Zhou menguasai perusahaan energi terbesar Cina, China National Petroleum Corporation (CNPC) selain menjadi pejabat tertinggi di Provinsi Sichuan. Ia juga bersahabat dengan Bo Xilai, anggota Politburo lainnya yang terlebih dahulu dipenjara tahun lalu.

Politburo adalah lembaga paling berkuasa di Cina, menguasai segala aspek kehidupan di Cina. Pada saat Zhou dan Bo menjadi anggotanya, lembaga ini beranggotakan 9 orang. Saat ini anggotanya hanya  berjumlah 7 orang.

Pengumuman tentang Zhou itu kontan mengundang reaksi publik Cina. Sebagian besar mendukung langkah Presiden Xi.

“Kini adalah apa yang saya sebut macan tua. Kerja bagus Tuan (Presiden) Xi,” tulis seorang netizen di jejaring sosial populer Cina Weibo.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL