LiputanIslam.com – Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ade Irfan Pulungan, telah menerima dugaan kecurangan pemilu dalam negeri sebanyak 14.843 yang menguntungkan paslon 02 Prabowo-Sandi.

Laporan tersebut diterima oleh posko pengaduan TKN dari berbagai pihak sejak sebelum pemilu berlangsung, 9 April 2019.

“Ada 14.843 laporan pengaduan yang masuk melalui posko pengaduan ini hampir di seluruh nasional, Indonesia, mulai dari Aceh sampai dengan Papua,” tutur Ade saat konferensi pers pada Rabu (1/5).

Menurutnya, dari jumlah tersebut, laporan terbanyak berasal dari DKI Jakarta sebanyak 5.123 laporan, kemudian disusul Jawa Barat sebanyak 3.503 laporan, dan Yogyakarta sebanyak 1.716 laporan. Bentuk kecurangannya pun bermacam-macam seperti intimidasi berupa pemasangan spanduk atau bendera ormas tertentu dan kehadiran ormas tertentu di Tempat Pemungutan Suara (TPS), politik uang, surat suara tercoblos, dan salah input formulir C1.

Sejumlah laporan kecurangan tersebut akan dilaporkan ke Bawaslu.

“Besok kami ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu),” lanjut Ade.

Sebelumnya, Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto, pun menyatakan kepada publik bahwa TKN menerima laporan kecurangan sebanyak 25 ribu yang didominasi bentuk politik uang dengan simbol 02.

“Kami menerima laporan-laporan pengaduan, dari total pengaduan yang kami terima bentuk-bentuk kecurangan 25 ribu, termasuk di dalamnya ada money politics, praktik money politics yang juga dilakukan secara masif dengan simbol 2, simbol 2 itu dua ratus ribuan. Kami temukan itu di Jawa Barat, di Jawa Timur, kami temukan,” ujar Hasto di Rumah Aspirasi, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (25/4). (Ayu/Kompas/Detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*