Jakarta, LiputanIslam.com–Tenaga kerja asal Indonesia, Zaini Misrin, baru saja dieksekusi mati pada Minggu (18/3/18) oleh pemerintah Arab Saudi atas tuduhan pembunuhan, meski ada kecurigaan bahwa Zaini dipaksa mengakui kejahatan itu oleh polisi Saudi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah dua kali meminta bantuan Raja Salman untuk meninjau kembali kasus pidana Zaini.

Menurut organisasi yang mengurus pekerja imigran Indonesia, Migrant Care, Zaini didakwa membunuh majikannya Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy. Ia telah dijatuhi hukuman mati sejak tahun 2008.

Migrant Care mencurigai bahwa pria berumur 53 tahun itu dipaksa mengakui pembunuhan. Dia juga tidak diizinkan menerima dampingan pengacara selama pengadilan dan hanya didampingi oleh penerjemah.

“Arab Saudi tidak menotifikasi Indonesia [tentang eksekusi] lewat jenderal konsulat di Jeddah atau Kementerian Luar Negeri,” kata badan itu dalam pernyataan terbuka.

Menurut perhitungan dari media AFP, lebih dari 30 orang dari berbagai kewarganegaraan dieksekusi di Arab Saudi sejak awal tahun ini.

Angka eksekusi di Saudi telah meningkat dua kali lipat sejak Mohammed bin Salman ditunjuk sebagai putra mahkota pada 2017.

Berdasarkan data dari badan anti hukuman mati, Reprieve, terdapat 133 eksekusi yang dilakukan selama 8 bulan setelah Mohammed bin Salman menjabat, dibandingkan 67 kasus selama 8 bulan sebelumnya.

Direktur Reprieve, Maya Foa menilai, peningkatan angka eksekusi di bawah kekuasaan putra mahkota ini memperlihatkan bahwa di balik citranya yang baik, Mohammed bin Salman adalah “salah satu pemimpin paling brutal dalam sejarah kerajaan [Saudi].”

Saudi melakukan 153 eksekusi selama tahun lalu. Kasus yang paling menyoroti perhatian dunia adalah eksekusi atas ulama Syiah, Sheikh Nimr al-Nimr, dan 46 tahanan politik lainnya.

Pemerintah Saudi sendiri mengaku tindakan tersebut dilakukan untuk “mempertahankan keamanan dan merealisasikan keadilan.”  (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*