London, LiputanIslam.com–Sebuah laporan dari badan statistik Eurostat memperlihatkan tingginya angka pengangguran kaum muda di negara-negara Eropa.

Pada tahun 2017, angka pengangguran muda hampir dua kali lipat dari semua pencari kerja, meski sempat mengalami penurunan sejak mencapai puncaknya pada tahun 2013.

Kondisi pengangguran di negara-negara selatan sangat mencolok di mana ada ribuan kaum muda yang memilih keluar dari negara mereka untuk mencari pekerjaan.

Menurut data Eurostat, 17,9 persen pencari kerja di bawah umur 25 – pelajar tidak dihitung– mengalami pengangguran. Angka ini masih terhitung rendah dibandingkan pada Februari 2013, ketika 1 dari 4 anak muda Eropa hidup tanpa pekerjaan.

Di tahun krisis itu, angka pengangguran di Yunani mencapai 60 persen, Spanyol 57 persen, dan Irlandia lebih dari 30 persen.

Meskipun begitu, presentase pada tahun 2017 ini masih lebih tinggi dari tahun February 2008 (15,1 persen), sebelumnya kejatuhan Lehman Brothers dan krisis utang Eropa.

Kondisi ini, menurut media AFP, adalah gambaran buruk masyarakat yang menciptakan pekerjaan bagus bagi orang-orang tua, namun tidak untuk kaum muda. Hal ini sangat mengejutkan bagi negara-negara maju yang seharusnya melewati masa pemulihan ekonomi yang cepat. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL