Foto: http://www.eaff.eu/en/news

Foto: http://www.eaff.eu/en/news

Jakarta, LiputanIslam.com — Tim kesenian Indonesia kembali meraih prestasi dan mempesona masyarakat Bulgaria.  Kali ini tim yang merupakan kolaborasi antara Rumah Angklung Indonesia dan Sanggar Ayunda Puspita meraih penghargaan Grand prix Orpheus (juara pertama/best performance) pada XI Black Sea Festival 2014 yang diadakan di Kota Primorsko dan Kiten Bulgaria 2-6 September 2014.

Setelah tampil di Festival, pada tanggal 8 September 2014, tim berkesempatan memeriahkan Hari Kota Haskovo (kota dekat perbatasan Turki, 200 Km dari Sofia) dan mendapatkan sambutan cukup meriah dari masyarakat kota tersebut. Pada Festival tim kesenian RI menampilkan musik angklung, kolintang dan gendang yang dikolaborasikan dengan tarian tradisional Indonesia.

Selama festival berlangsung, penampilan tim mendapatkan apresiasi tinggi dan sambutan luar biasa penonton, khususnya pada hari ke-3 festival saat tim membawakan lagu terkenal Bulgaria “Moia Strana Moia Bulgaria” (My Country My Bulgaria) dengan musik Angklung.  Pada saat itu ribuan penonton spontan berdiri dan turut bernyanyi, bahkan sebagian penonton menitikkan air mata. Hari ke-3 festival diadakan di panggung terbuka di taman pinggir laut di Kota Kiten.

Dengan prestasi tim kesenian RI di Festival di kota Primosrko dan Kiten tersebut, berarti tim berhak untuk mengikuti festival yang tingkatannya lebih tinggi tahun depan yaitu International Euro Folk Championship 2015.  Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Festival, Kaloyan Nikolov, kepada salah satu Pimpinan Tim, Arnydulisahputri, di acara penutupan Festival di kota Kiten pada 6 September 2014.

Acara penutupan  Festival dihadiri oleh Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto dan Staf Khusus Menpora, Heru Nugroho.  Keikutsertaan  tim kesenian yang terdiri dari 17 pemusik dan penari serta 3 pendamping dari Kemdikbud RI di Festival tersebut adalah atas sponsor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga Indonesia.  XI Black Sea Festival 2014 diikuti 90 grup dari 6 negara yaitu Indonesia, Turki, Rumania, Macedonia, Kroasia dan tuan Rumah Bulgaria.

Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto,  telah pula memberikan sambutan pada acara penutupan Festival yang antara lain menyampaikan terkesan atas sambutan masyarakat kota Primorsko dan Kiten atas penampilan tim kesenian Indonesia. Ini menggambarkan kemesraan hubungan Indonesia-Bulgaria yang telah terbina dengan baik sejak Presiden Sukarno. Oleh karena itu Deputi berjanji akan kembali mendukung keikutsertaan tim kesenian Indonesia pada Festival serupa di tahun-tahun mendatang di Bulgaria untuk semakin mempererat hubungan kedua Negara dan mempromosikan keragaman budaya Indonesia.

Sementara itu, pada pertunjukkan di kota Haskovo yang diadakan di “Liberty Square” (Pusat kota), penampilan tim juga mendapat sambutan hangat ratusan masyarakat kota Haskovo mulai dari anak-anak hingga manula.  Para penonton kembali terkesima dengan suara musik angklung yang sama sekali belum pernah didengarnya. Mereka mencoba mendengarkan musik angklung secara detil. Seperti halnya di kota Primorsko dan Kiten, di kota ini penonton juga merasa tersentuh ketika musik angklung membawakan lagu “Moia Strana Moia Bulgaria”. Beberapa penonton menyatakan apresiasinya atas upaya tim membawakan lagu terkenal Bulgaria tersebut, karena bagi masyarakat Bulgaria “Moia Strana Moia Bulgaria” adalah lagu patriotik. Sementara penonton lainnya menyatakan kekagumannya  penari Indonesia selalu tersenyum pada saat menari.

Penampilan tim di kota Haskovo  adalah untuk memenuhi janji Dubes RI Bunyan Saptomo kepada Mayor Haskovo, Georgi Ivanov, untuk mendatangkan tim kesenian ke kota tersebut.  Dalam pertemuan antara Dubes RI dengan Mayor Haskovo sebelum pertunjukan tim kesenian, Mayor Ivanov menyampaikan sangat senang Dubes RI dapat mendatangkan tim kesenian Indonesia ke kotanya. Mayor berjanji akan ke Indonesia untuk mengenal lebih jauh budaya Indonesia.

Selain menyanyikan lagu Bulgaria, tim kesenian dari Indonesia juga membawakan  lagu-lagu daerah dan tarian Nusantara dari Papua, Sumatera, Kalimantan dan Betawi. Beberapa diantaranya dibawakan secara medley.

Prestasi yang diraih  dan penampilan tim Indonesia tersebut telah memberikan kesan mendalam kepada masyarakat Bulgaria khususnya di kota Kiten, Primorsko dan Haskovo.  Seusai pentas di kota Primorsko dan Kiten, beberapa penonton  menyatakan bahwa lagu “Moia Strana Moia Bulgaria” terdengar sangat indah dan menyentuh hati ketika dibawakan dengan musik angklung. Sebagian lainnya menyampaikan sangat menantikan penampilan tim kesenian Indonesia setelah melihat penampilan pertama.

Sementara, suara musik angklung yang ditampilkan telah pula membuat penonton terkesima. Dua mahasiswa dari Universitas Burgas (sekitar 30 Km dari Kiten) yang menyaksikan penampilan tim di kota Primorsko telah pula menyampaikan minatnya untuk melakukan penelitian terhadap musik angklung.  Penampilan musik angklung di Bulgaria  ini merupakan yang pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir.  Musik angklung terakhir ditampilkan di kota Plovdiv pada tahun 2004.

Kota Primorsko dan Kiten merupakan kota kecil di pantai Laut Hitam yang menjadi tujuan wisata musim panas wisatawan domestik dan asing (Rusia, Jerman, dan negara-negara tetangga Bulgaria).  Sedangkan kota Haskovo adalah ibukota Propinsi Haskovo dengan daerah pertanian yang antara lain memproduksi gandum dan ketumbar.

Penampilan Tim Indonesia di atas memberikan dampak lebih dikenalnya Indonesia secara luas d iantara  masyarakat Bulgaria dan di antara para wisatawan. (ph/Kemlu.go.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL