gunung ontakeTokyo, LiputanIslam.com — Tim SAR Jepang berhasil menemukan jenasah 31 pendaki gunung yang terjebak dalam letusan gunung Ontake. Kini tim SAR tengah mencari 14 pendaki gunung lainnya yang hilang sejak meletusnya gunung Ontake pada hari Sabtu (27/9).

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Minggu (28/9) petang, ke-31 jenasah tersebut ditemukan di dekat kawah gunung, sehari setelah gunung Ontake meletus secara tiba-tiba.

Gunung Ontake terletak 200 km sebelah barat ibukota Tokyo, meletus tanpa memberikan tanda-tanda tersebih dahulu dengan melemparkan debu dan batu-batuan panas.

Sekitar 250 pendaki terjebak di lereng gunung yang menjadi tempat favorit para pendaki, namun sebagian besar dari mereka berhasil menyelamatkan diri.

“Batu-batu vulkanik berjatuhan seperti hujan,” kata seorang pendaki yang berhasil menyelamatkan diri.

“Kami tidak bisa bernafas, maka kami menutupi hidung kami dengan handuk. Kami juga tidak bisa membuka mata,” tambahnya.

“Debu vulkanik datang begitu cepat. Saya khawatir dengan mereka yang masih berada di atas,” tambah pendaki lainnya kepada BBC.

Hampir 50 orang diyakini berada di sekitar puncak gunung pada Sabtu (27/9) malam saat gunung itu meletus.

Pencarian akan dilanjutkan hari Senin (29/9) setelah pencarian intensif yang dilakukan hari Minggu dihentikan karena adanya gas beracun di area pencarian.

Para petugas mengkhawatirkan ke-14 korban yang masih hilang tersebut telah terkubur di dalam dabu dan bebatuan vulkanik.

Publik Jepang kini mempertanyakan mengapa ada banyak orang berada di puncak gunung yang tengah aktif, dan mengapa gunung meletus tanpa memberikan tanda-tanda.

Namun mendaki gunung telah menjadi hal yang umum bagi warga Jepang, termasuk di atas gunung berapi aktif yang banyak terdapat di Jepang. Gunung Fuji yang termasuk dalam kategori gunung berapi aktif, bahkan didaki oleh ratusan ribu orang setiap tahunnya.

Saat ini adalah musim mendaki gunung bagi warga Jepang, ketika udara musim gugur sangat cerah menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar olahraga panjat gunung.

Mengenai tidak adanya peringatan, para ahli vulkanologi menyebut letusan yang terjadi hari Sabtu malam adalah letusan yang relatif kecil dan bukan disebabkan oleh tekanan magma dari dalam bumi, melainkan oleh tekanan udara panas di kawah gunung. Karenanya letusan seperti itu tidak bisa dideteksi sebelumnya.

Sekitar 150 orang berhasil menyelamatkan diri dari debu panas di sebuah penginapan tidak jauh dari puncak gunung.

“Kami berdesak-desakan di sini, mungkin sekitar 150 orang. Ada beberapa anak-anak yang menangis, namun sebagian besar orang duduk dengan tenang. Kami berada di sana sampai diberi tahu kondisinya sudah aman,” kata pegawai penginapan itu kepada BBC.

Gunung Ontake setinggi 3.067 meter adalah salah satu gunung yang paling populer di kalangan pendaki. Selain jalur pendakian yang telah ditandai dengan baik, penginapan-penginapan banyak terdapat di sepanjang lerengnya.

Jepang adalah negara yang paling sering mengalami bencana alam akibat aktifitas gunung berapi. Namun bencana gunung meletus yang menelan nyawa terkhir terjadi tahun 1991, ketika 43 orang tewas akibat meletusnya gunung Unzen.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL