‘Uncatalogued abuses’ in ISIL jails in Syria shock rights groupGenewa, LiputanIslam.com — Para penyidik kejahatan kemanusiaan PBB untuk pertama kalinya menyalahkan pemberontak Suriah atas kejahatan kemanusiaan yang telah mereka lakukan.

Paulo Sergio Pinheiro, pimpinan Komisi Penyidik PBB untuk Suriah yang berbasis di Genewa, pada hari Rabu (5/3) menyatakan bahwa Dewan Keamanan PBB “bertanggungjawab atas sikapnya yang lemah yang memungkinkan pihak-pihak yang bertikai untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran tanpa mendapat hukuman”.”

Padahal selama ini komisi yang sama selalu menuduh pemerintah Suriah sebagai pelaku pelanggaran kemanusiaan.

Dalam laporan akhirnya kepada Dewan HAM PBB, komisi tersebut menyebutkan bahwa beberapa kelompok militan Suriah yang didukung negara-negara asing “secara sistematis telah menahan dan menyiksa warga sipil.”

Menurut laporan tersebut, aksi-aksi pelanggaran HAM terutama terjadi di Provinsi Raqqa, dimana orang-orang Kurdi telah ditahan dan disiksa oleh para militan. Laporan juga mengkonfirmasi bahwa kelompok terafiliasi Al Qaida, Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), al-Nusra Front, Ahrar al-Sham dan  Shahid Walid al-Sukhni Battalion, semuanya mengoperasikan pusat-pusat penahanan dan penyiksaan di wilayah-wilayah yang mereka kuasai.

“Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tersebut di wilayah-wilayah yang mereka kuasai terhadap penduduk sipil, meliputi penyiksaan dan tindakan tidak berperikemanusiaan lainnya yang merupakan kejahatan kemanusiaan, dan dalam konteks Al Raqaa, merupakan kejahatan kemanusiaan,” tulis laporan tersebut.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL