jund al shamJenewa, LiputanIslam.com — Tim Pencari Fakta (TPF) Perserikatan Bangsa-Bangsa  (PBB) melaporkan bahwa kelompok bersenjata Daulah Islam di Irak dan Syam (ISIS) telah melancarkan pembunuhan massal pada Januari 2014. Dalam laporannya yang dikemukakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa, Swiss, Selasa (18/03) tim ini menyebutkan, “Dalam konfrontasi  yang terjadi pada Januari lalu beberapa kelompok bersenjata, termasuk Front Islam dan Front Revolusi Suriah di Idlib dan pasukan jihadis di Halab berhasil menguasai posisi-posisi ISIS.”

Laporan itu menambahkan, “Dalam beberapa hari dan beberapa jam sejak dimulainya kontak senjata itu milisi ISIS telah melancarkan pembunuhan secara besar-besaran terhadap para tawanan, dan dengan demikian mereka telah melakukan kejahatan perang. Penyelidikan hingga kini masih berlanjut untuk mendata jumlah korban tewas serta mendapatkan temuan mengenai klaim-klaim adanya kuburan massal.”

Laporan itu juga menyebutkan bahwa pembantaian massal tersebut terjadi Tell Abyad dan di halaman sebuah balai pengobatan wilayah Qadi Askar, dan telah ditemukan sejumlah mayat korban di Danau Assad dekat Bendungan al-Thawra. Beberapa temuan yang berhasil dihimpun oleh TPF PBB juga menunjukkan bahwa ISIS telah membantai para tawanan, sebagian di antaranya adalah warga sipil, sebelum mereka mundur akibat kewalahan menghadapi kelompok-kelompok milisi lain.

Laporan tim itu memuat hasil penyelidikan sejak Juli 2013 hingga Januari 2014, berikut daftar nama pejabat pemerintah, petinggi milisi dan nama organisasi yang diduga bertanggungjawab dalam kejahatan perang dan pelanggaran HAM untuk digelandang ke pengadilan di masa mendatang, namun daftar nama itu masih belum dipublikasikan. Ketua TPF PBB  Paulo S. Pinheiro hanya menyebutkan secara garis besar.

“Daftar itu,” ujarnya, “mencakup nama-nama para pejabat intelijen dan pusat-pusat penahanan yang menjadi tempat penyiksaan,  para komandan militer yang telah menurunkan instruksi penyerangan terhadap warga sipil, para pemimpin bandara  yang menjadi landasan pacu pesawat-pesawat pembawa tong-tong amunisi serta nama kelompok-kelompok bersenjata yang terlibat aksi penyerangan dan pengusiran penduduk.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*