Tillerson (kanan) di pertemuan negara-negara G7

Washington, LiputanIslam.com–Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyatakan, Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak boleh menduduki posisi apapun dalam pemerintahan Suriah di masa depan.

Komentar itu diberikan pada Selasa (11/04/2017) dalam pertemuan negara-negara Group of Seven (G7) di Italia untuk menyelesaikan krisis Suriah yang telah berlangsung selama enam tahun.

“Harapan kita adalah Bashar al-Assad tidak menjadi bagian dari pemerintahan masa depan,” sebut Tillerson.

“Prioritas AS di Suriah dan Irak adalah untuk melawan ISIS,” tambahnya. “Selagi waktu bergulir, AS akan terus mengevaluasi opsi strategis dan kesempatan untuk menurunkan tindak kejahatan di Suriah,” .

Sejak bulan Maret 2011, AS dan sekutunya, terutama Arab Saudi, Qatar, dan Turki, telah meluncurkan perang proxy terhadap pemerintah dan rakyat Suriah.

Konflik ini telah menyebabkan lebih dari 470.000 penduduk Suriah tewas dan setengah populasi negara (sekitar 23 juta orang) kehilangan tempat tinggal.

Pada bulan September 2014, AS dan beberapa negara sekutunya mulai melakukan serangan ke ISIS. Namun, para saksi mengatakan serangan tersebut sedikit berdampak kepada para teroris. Serangan itu malah lebih banyak menghancurkan infrastruktur Suriah. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL