Roma, LiputanIslam.com–Menteri luar negeri Italia pada Kamis (26/7/18) menyatakan bahwa pemerintahnya akan mengurangi anggaran pertahanan pada tahun depan.

Saat ini, Italia menghabiskan 1,15 persen GDP untuk sektor pertahanan. Angka ini sudah berada jauh di bawah patokan 2 persen yang diminta AS dari sekutu-sekutu NATO mereka.

Pernyataan Menlu Italia Enzo Moavero Milanesi tentang penurunan anggaran ini berkebalikan dari sinyal yang diberikan Menteri Pertahanan Elisabetta Trenta. Dalam sebuah wawancara, Trenta mengiyakan permintaan penasehat keamanan nasional AS, John Bolton, bahwa Roma harus mencapai target anggaran 2 persen NATO.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya berkali-kali mendesak sekutu-sekutu NATO untuk meningkatkan anggaran pertahanan mereka hingga 2 persen dari GDP. Mayoritas negara-negara NATO diminta mencapai target tersebut pada 2024. Namun, di pertemuan NATO terakhir, Trump meminta kenaikan tersebut dilakukan “secepatnya”.

Lebih jauh lagi, Trump dilaporkan tengah mempertimbang ide kenaikan anggaran sampai 4 persen, dengan alasan bahwa sekutu-sekutu NATO sebenarnya berutang banyak kepada AS selama berdekade atas “perlindungan” yang diberikan AS.

Kenaikan 4 persen itu tampak sangat tidak realistis, sebab AS sendiri ‘hanya’ mengeluarkan anggaran 3,6 persen untuk militer pada tahun lalu.

Menlu Jerman Heiko Maas menyebut anggaran 4 persen untuk militer “tidak akan membuat dunia ini lebih aman dari sekarang.” (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*