benghazi attackWashington DC, LiputanIslam.com — Empat warga AS tewas termasuk Dubes AS di Libya Christopher Stevens dalam serangan teroris di kantor Konsulat AS di Benghazi tanggal 11 September 2012 lalu, namun penyelidikan yang digelar oleh AS tidak menemukan adanya kesalahan di pihak pemerintah AS.

Demikian kesimpulan penyelidikan yang dilakukan oleh Komisi Inteligen Congress AS, sebagaimana dilaporkan BBC News, Sabtu (22/11).

Sebelumnya berbagai pihak menuduh adanya kelalaian yang disengaja maupun tidak disengaja oleh aparat pemerintah AS yang bertanggung jawab atas keamanan fasilitas AS di Libya tersebut, terutama Dinas Inteligen CIA. Namun laporan penyelidikan yang diumumkan hari Jumat (21/11) kemarin itu tidak menemukan adanya kesalahan itu.

Dalam laporan tersebut diklaim bahwa tim penyelidik telah “menghabiskan ribuan jam penyelidikan intensif yang mendetil” atas kasus tersebut, termasuk melakukan sejumlah wawancara dengan para pejabat dan petugas keamanan yang bertanggungjawab.

“CIA telah memastikan keamanan yang cukup bagi kegiatan CIA di Benghazi dan tanpa permintaan untuk melakukannya, telah secara berani dan tangkas memberikan bantuan kepada departemen luar negeri pada malam terjadinya serangan itu,” tulis laporan itu.

“Jumlah personil AS yang wajar memungkinkan dilakukannya keputusans-keputusan taktis malam itu, dan komisi tidak menemukan bukti adanya perintah yang terhambat atau penolakan bantuan udara. CIA telah menerima semua bantuan militer yang tersedia,” tambah laporan itu.

Pada tahun 2013 AS mulai mengadili beberapa individu yang dianggap sebagai penanggungjawab serangan tersebut, termasuk Ahmed Abu Khattala, pemimpin kelompok militan Libya, Ansar al-Sharia. Pada bulan Juni lalu, aparat keamanan AS berhasil menangkap Khattala di Libya untuk kemudian diterbangkan ke AS guna menjalani pengadilan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL