jembatan runtuhKiev, LiputanIslam.com — Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa tidak ada lagi gencatan senjata dalam pertempuran melawan kelompok separatis, dan negosiasi hanya dilakukan bila kelompok separatis meletakkan senjata. Demikian pernyataan Menteri Pertahanan Ukrina.

“Tidak akan ada lagi gencatan senjata,” tulis Menhan Valeriy Heletey di situs resmi kementrian pertahanana Ukrina, Selasa (8/7), sebagaimana dilaporkan oleh BBC.

Pernyataan tersebut dibuat setelah pasukannya berhasil merebut beberapa kota yang sebelumnya dikuasai kelompok separatis dan memaksa kelompok ini bertahan di ibukota provinsi Donetsk.

Heletey telah memerintahkan pasukannya untuk memblokir 2 kota yang menjadi pusat gerakan separatisme di Ukraina timur, Donetsk dan Luhansk. Hari Selasa (8/7) ia pun menunjuk komandan baru operasi militer di Ukriana timur, Jendral Vasyl Grytsak.

Pada hari Sabtu (5/7) Presiden Poroshenko sempat menyinggung tentang kemungkinan gencata senjata baru. Namun perkembangan di lapangan yang menguntungkan militer Ukraina membuat peluang itu mentah kembali.

Gencatan senjata terakhir berakhir akhir Juni lalu dan gagal menghasilkan penyelesaian damai pihak-pihak yang bertikai.

Salah seorang pemimpin separatis Alexander Borodai, mengatakan kepada media Rusia bahwa pihaknya tengah mempersiapkan diri untuk melakukan serangan balik.

“Kami tidak mempersiapkan diri untuk dikepung. Kami mempersiapkan diri untuk menyerang,” katanya.

Pada hari Senin (7/7) 3 jembatan diledakkan orang-orang tak dikenal di sekitar Donetsk. Diduga pelaku peledakan adalah kelompok separatis untuk menghambat gerak maju pasukan Ukraina ke Donetsk. Pejabat Ukriana menuduh kelompok separatis akan meledakkan 3 jembatan lagi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL