London, LiputanIslam.com—Perdana Menteri Inggris Theresa May mengakui kesalahannya atas kekalahan Partai Konservatif di  pemilu 8 Juni kemarin. Ia meminta maaf kepada para member parlemen terkait “kakacauan” yang ia ciptakan.

“Saya menyebabkan kekacauan ini dan saya akan perbaiki,” tegas May kepada Komite Anggota Konservatif atau yang juga disebut Komite 1922, pada Senin (12/7/17).

May sebelumnya memutuskan menggelar pemilu di pertengahan April untuk mendapat “tangan yang lebih kuat” dalam negosiasi Brexit dengan Uni Eropa (EU). Namun, keputusannya itu malah membuat partainya terbukti tidak didukung suara mayoritas di Parlemen.

Sang PM telah didesak untuk mundur setelah hasil pemilu keluar, di mana partainya kalah 12 kursi dari 330 kursi mayoritas. Lebih buruknya lagi,  partai oposisi,  Partai Buruh berhasil mendapat 262 kursi yang memperbesar kesempatan pemimpinnya, Jeremy Corbyn,  untuk menjadi pemimpin Inggris berikutnya.

May kini tengah menyelematkan dirinya dengan membentuk koalisi dengan Democratic Unionist Party (DUP) Irlandia.

Bersemangat dengan hasil yang tak terduga, Corbyn meminta May mundur dan mempermudah jalannya untuk memimpin Inggris keluar dari Uni Eropa (EU). (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL