New York, LiputanIslam.com—Perdana Menteri Inggris Theresa May mengancam akan menahan sepertiga dana tahunan Inggris untuk PBB, jika badan dunia itu gagal “mendapatkan kepercayaan kami.”

Berbicara di Pertemuan ke-72nd Majels Umum PBB pada Rabu (20/9/17), May menegaskan bahwa negaranya akan membuat 30 persen dari £90 juta pendanaan inti diberikan bersyarat kepada agensi PBB.

“PBB dan agensinya harus mendapatkan kepercayaan kami… Dan itulah mengapa kami akan tetap berbaik hati mendanai, namun menyimpan 30% dari dana hanya untuk badan-badan PBB yang telah mencapai hasil bagus,” kata May.

Dia juga meminta PBB untuk melakukan perubahan supaya “dapat merespon tantangan-tantangan global di abad ke -21.”

PM Inggris itu mengkritisi betapa badan internasional itu telah gagal mengimplementasikan sejumlah “persetujuan global” yang dilakukan untuk menyelesaikan krisis dunia.

“Kita harus berusaha lebih keras dari sebelumnya untuk memperlihatkan bahwa institusi seperti PBB ini bisa bekerja untuk negara-negara yang membentuk mereka, dan untuk orang-orang yang kami wakili,” imbuh May.

Komentar May ini menggaungkan pernyataan serupa oleh Presiden AS Donald Trump, yang pada awal minggu ini mengkritik birokrasi dan kesalahan pengurusan di PBB.

Dalam pertemuannya dengan Sekjen PBB António Guterres pada Senin lalu, ia menanyakan apakah ada “semacam konspirasi” yang membuat PBB tidak efektif.

Dalam kampanye presiden tahun lalu, Trump, yang negaranya mendanai 22 persen budget reguler PBB dan 28 persen untuk misi-misi perdamaian, mengecam PBB atas “kelemahan dan ketidakmampuan” mereka. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL