demonstran turkiBangkok, LiputanIslam.com — Pemerintah Thailand menutup kantor Kedubes dan Konsulatnya di Turki pada hari Jumat (10/7), menyusul terjadinya serangan massa terhadap kantor konsulat Thailand Istanbul.

“Pemerintah telah memerintahkan kantor Kebubes dan Konsulat Thailand untuk ditutup sementara,” kata Jubir Pemerintah Thailand Werachon Sukhondhapatipak kepada reporter di Bangkok, Jumat pagi, seperti dilansir Press TV.

“Kami akan menilai situasi dan kondisi setiap hari,” tambahnya.

Pada hari Kamis massa demonstran menyerbu kantor Konsulat Thailand di Istanbul, melempari kaca-kaca jendela dan merusak barang-barang di dalam kantor.

Aksi tersebut sebagai protes atas langkah pemerintah Thailand mendeportasi 109 warga Muslim Uighur ke Cina. Orang-orang Uighur di Cina memiliki hubungan etnis dan kultural dengan orang-orang Turki.

Demonstran meyakini orang-orang Uighur itu akan mendapatkan siksaan sekembalinya ke Cina, meski pemerintah Thailand mengatakan telah mendapatkan jaminan dari pemerintah Cina bahwa orang-orang itu akan dilindungi keselamatannya.

Phil Robertson, Deputi Direktur Human Rights Watch’s Asia, mengingatkan kemungkinan warga Uighur itu mengalami penyiksaan oleh pemerintah Cina.

Hubungan Turki dengan Cina memburuk dalam beberapa minggu terakhir, terutama setelah munculnya kabar bahwa pemerintah Cina melarang warga Muslim untuk berpuasa.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL