Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (29/11) melemah ke posisi Rp 14.108 per dolar AS. Rupiah melemah 0,11 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, pelemahan rupiah dipicu oleh perang dagang antara AS dan China. Langkah Presiden AS Donald Trump yang menandatangani RUU HAM dan Demokrasi Hong Kong telah memicu ketegangan baru antara AS dan China.

Terkait hal ini, China bersumpah akan memberikan tindakan tegas terhadap langkah AS. Sebab, hal tersebut bertentangan dengan kebijakan China.

Baca: Ekonom Prediksi Kurs Rupiah Tahun Depan di Kisaran Rp 14.400 per Dolar AS

Selain itu, kata Ibrahim, rupiah tertekan oleh data pertumbuhan ekonomi AS yang mencapai 2,1 persen pada kuartal III.

“Tekanan juga datang dari penguatan indeks dolar,” ujarnya, Jumat (29/11).

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menambahkan, rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan jika negosias antara AS da China tidak membaik dan data ekonomi Indonesia tidak seperti ekspektasi pasar.

Pada perdagangan akhir pekan ini, tidak hanya rupiah yang mengalami pelemahan, sebagian besar mata uang utama Asia juga melemah. Rupee India melemah sebesar 0,32 persen, peso Filipina 0,20 persen, won Korea 0,21 persen, dolar Singapura 0,03 persen dan yen Jepang 0,04 persen.

Sedangkan mata uang yang mengalami penguatan terhadap dolar AS hanya baht Thailand sebesar 0,01 persen dan yuan China 0,17 persen. (sh/kontan/cnnindonesia

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*