politisi inggrisLondon, LiputanIslam.com — Mantan Menlu Jack Straw dan anggota parlemen Sir Malcolm Rifkind membantah melakukan pelanggaran, meski keduanya tertangkap kamera tengah mencoba membujuk sebuah perusahaan swasta untuk menggunakan jasa mereka dengan imbalan uang.

Seperti dilansir BBC News, sekelompok reporter Daily Telegraph dan Channel 4 ‘Dispatches’ menyamar sebagai tim menejemen perusahaan Cina berhasil memfilmkan Jack Straw dan Sir Malcolm yang menawarkan jasa kepada mereka untuk mendapatkan layanan khusus. Straw menyebut dirinya jatuh ke dalam perangkap yang sangat lihai, sedangkan Sir Malcolm menyebut tindakannya itu sebagai “kebodohan”.

Menanggapi insiden itu, pemimpin Partai Buruh Ed Miliband menulis surat kepada Perdana Menteri David Cameron untuk melarang para anggota parlemen memiliki “pekerjaan sampingan”.

Dalam rekaman itu Jack Straw disebut-sebut mengaku sebagai orang yang “bekerja di bawah radar” yang memiliki pengaruh untuk mengubah kebijakan Uni Eropa bagi kepentingan perusahaan yang mau membayarnya £60.000 per-tahun.

“Jadi, biasanya jika saya berpidato atau melakukan semacamnya, saya dibayar £5.000 sehari, itulah harga saya,” kata Straw dalam rekaman itu.

Sedangkan Sir Malcolm mengklaim dapat mengatur akses penting ke seluruh kedubes Inggris di dunia. Dalam rekaman itu Ketua Komisi Inteligen dan Keamanan Parlemen Inggris itu mengatakan, “Saya bekerja sendiri, jadi tidak ada yang menggaji saya. Saya harus mendapatkan penghasilan.”

Sir Malcolm mengaku penghasilannya selama setengah hari kerja adalah £5.000 hingga £8.000″.

Jack Straw dan Sir Malcolm Rifkind telah malaporkan diri ke Komisi Etik Parlemen. Namun diperkirakan penyelidikan atas kasus ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Demikian BBC menyebutkan.

Jack Straw telah mengundurkan diri dari parlemen karena kasus ini, namun tidak dengan Sir Malcolm.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL