moussaouiWashington DC, LiputanIslam.com — Salah seorang yang disangkakan sebagai pelaku serangan WTC tahun 2001, Zacarias Moussaoui, menuduh beberapa keluarga kerajaan Saudi mendanai Al Qaida sejak tahun 1990-an, dan karenanya turut bertanggungjawab atas serangan teroris yang menewaskan lebih dari 3.000 orang itu.

Seperti dilansir BBC News, Rabu (4/2) petang, Moussaoui yang kini berada di sebuah penjara di Colorado sejak 8 tahun yang lalu membuat pengakuan itu dalam kesaksian yang dibuat bulan Oktober lalu atas perkara tuntutan keluarga korban serangan WTC 2001. Namun hal itu baru muncul ke publik setelah disampaikan ke persidangan minggu ini setelah munculnya langkah hukum Saudi Arabia untuk membatalkan tuntutan tersebut.

Saudi Arabia membantah tuduhan tersebut, menyebut Moussaoui sebagai “penjahat gila” yang tidak kredibel.

Dalam laporan BBC News tersebut disebutkan bahwa Moussaoui menyebut beberapa figur penting di kerajaan Saudi, termasuk Pangeran Turki al-Faisal Al Saud yang pernah menjadi kepala inteligen, telah mendanai Al-Qaeda sejak tahu 1990-an. Ia juga mengklaim pernah bertemu seorang pejabat Saudi di Afghanistan yang bekerja di Kedubes AS. Selanjutnya mereka berdua pergi ke AS untuk mencari lokasi yang cocok untuk menembakkan rudal stiger terhadap pesawat kepresidenan.

Moussaoui ditangkap beberapa minggu sebelum serangan WTC 2001 atas pelanggaran keimigrasian. Saat terjadi serangan ia masih berada di dalam tahanan. Pada saat itu ia telah mendapatkan pelatihan penerbagan di Minnesota dan mendapatkan kiriman-kiriman uang dari kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Dalam lapaoran itu juga disebutkan bahwa Moussaoui mengklaim sebagai pilot yang seharusnya menerbangkan pesawat Boeing 747 dan menabrakkannya ke Gedung Putih.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL