keadilanWashington, LiputanIslam.com — Tersangka utama serangan kantor konsulat AS di Benghazi, Libya, yang menewaskan dubes AS Chris Stevens dan 3 warga AS lainnya tahun 2012, muncul di pengadilan federal AS di Washington dengan kawalan ketat. Demikian laporan BBC, Sabtu (28/6).

Ahmed Abu Khattala ditangkap melalui operasi inteligen AS di Benghazi, tanggal 18 Juni lalu, dan langsung diterbangkan keluar Libya.

Ia telah membantah terlibat dalam serangan maut terhadap kantor konsulat AS tahun 2012, meski mengakui berada di kota tersebut.

Abu Khattala dituduh menyediakan perlengkapan penyerangan, termasuk dirinya sendiri, membunuh seorang warga AS di fasilitas milik AS dan merusak fasilitas milik AS.

Abu Khattala mendenarkan dengan serius tuduhan yang disampaikan melalui penerjemah yang disediakan, sebelum menyatakan dirinya tidak bersalah. Sidang selanjutnya akan digelar 8 Juli mendatang.

Media AS melaporkan bahwa Abu Khattala dibawa dari sebuah kapal perang, tempat ia ditahan sejak ditangkap di Benghazi 2 minggu lalu. Otoritas keamanan AS menyebutnya sebagai “tokoh kunci” dalam serangan di Benghazi.

Presiden AS Barack Obama mengungkapkan kegembiraannya setelah ia ditangkap di Benghazi. Tidak berlebihan, karena Obama menghadapi kritikan tajam karena ketidak mampuan AS mencegah serangan, meski saat itu keberadaan aparat keamanan AS dan sekutu-sekutu AS di Libya cukup banyak.

“Ketika warga Amerika diserang, tidak peduli berapa lama dibutuhkan, kami akan menemukan mereka yang bertanggungjawab dan membawanya ke pengadilan,” kata Obama setelah tertangkapnya Khattala.

Beberapa politisi AS menyerukan agar Khattala ditahan di Guantanamo Bay, Kuba.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL