Foto: Kompas

Foto: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com — Mantan Bupati Sampang Jawa Timur, Noer Tjahja, akhirnya dijebloskan ke dalam jeruji besi oleh Kejaksaan Agung setelah menjalani pemeriksaan terkait korupsi pengelolaan alokasi gas di Pemerintah Kabupaten Sampang.

Ia  ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-06/F.2/Fd.1/01/2014, tanggal 13 Januari 2014. Kejaksaan Agung juga turut menahan Direktur Utama PT Sampang Mandiri Perkasa Hari Oetomo dan Direktur Sampang Mandiri Perkasa H Muhaimin yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Penyidik sudah memberitahukan kepada saya, ketiga tersangka tersebut dilakukan penahanan,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Senin (13/9/2014) seperti dilansir Tribunnews.

Dalam kasus tersebut Noer Tjahja memiliki peran besar dalam menunjuk PT Sampang Mandiri Perkasa sebagai pengelola alokasi gas Pemkab Sampang dengan mengatasnamakan Badan Usaha milik Daerah (BUMD). Padahal PT Sampang Mandiri Perkasa bukanlah BUMD. Akibat kasus tersebut negara mengalami kerugian sebesar Rp16 miliar.

Noer Tjahja: Warga Syiah di Nangkrenang (Sampang) Boleh Diusir

Kasus pengusiran terhadap warga Syiah Sampang yang belum tuntas hingga hari ini, tidak lepas dari peranan Noer Tjahja, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Sampang.

Keterlibatannya terungkap dalam dakwaan jaksa terhadap salah satu terdakwa pelaku penyerangan, Roeis Alhukama. Jaksa menyatakan bahwa serangan terhadap Syiah diduga diprovokasi oleh sambutan Bupati Sampang dalam sebuah pengajian peringatan Maulid Nabi di SDN IV Karanggayam, Sampang, 12 Februari 2012 lalu.

“Kalau masih ada warga Syiah di Nangkrenang (Sampang), maka boleh diusir”, demikian kata Tjahja saat itu sebagaimana disebutkan dalam dakwaan.

Tragedi Syiah Sampang terjadi pada Agustus 2012, saat itu, berdatangan massa yang melakukan tindak kekerasan kepada warga Syiah, membakar dan mengusir mereka dari kampung halamannya. Dari laporan Suara Pembaruan, setidaknya 60 unit rumah hangus terbakar, dan seorang warga tewas dibacok. Warga penganut mazhab Syiah ini dianggap sesat atau bukan Islam. (Baca: Pemerintah Halangi Islah Sunni Syiah di Sampang)

Seperti diketahui bersama, Syiah Ja’fari dan Zaidi diakui sebagai mazhab yang sah dalam Islam menurut  Risalah Amman. Sementara itu, Habib Ali al-Jufri, ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, juga menyatakan dengan tegas, bahwa musuh Sunni – Syiah adalah pihak-pihak yang menghendaki keduanya (Sunni-Syiah)  bermusuhan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL