tunnelGaza, LiputanIslam.com—Seorang anggota sayap militer Hamas, Anas Salameh Abu Lashin, terbunuh di dalam terowongan bawah tanah yang diruntuhkan militer Israel di kawasan timur Gaza pada Sabtu (22/10/16). Demikian laporan dari kantor berita Ynetnews.

Abu Lashin yang adalah anggota brigade Izz al-Din al-Qassam Brigade saat itu bertempat tinggal di kamp pengungsi al-Maghazi.

Berdasarkan informasi dari organisasi kemanusiaan Israel, Gisha, terowongan bawah tanah Gaza biasa digunakan untuk membawa barang-barang konsumen dan untuk kebutuhan militer. Sejak 2007, Israel telah mengatur dengan ketat barang apa yang boleh dibawa ke kawasan pendudukan, dan barang yang dilarang kebanyakan bahan-bahan untuk pembangunan infrastruktur, yaitu semen dan besi.

Gisha melaporkan bahwa pada musim panas tahun ini, hanya 1.200 dari 11.000 unit rumah warga Palestina yang dibangun kembali setelah dihancurkan oleh rezim Israel pada 2014.

Pada musim semi, militer Israel mengklaim telah menemukan dua terowongan baru yang menyambungkan Gaza dan Israel, setelah 34 terowongan lainnya mereka hancurkan.

Penghancuran terowongan sudah sering terjadi. Hamas melaporkan tujuh anggotanya meninggal akibat peruntuhan terowongan pada Januari dan delapan lainnya terluka di bulan Agustus. Al-Jazeera melaporkan sebanyak 400 orang tewas di dalam terowongan sejak blokade Israel  yang dimulai pada tahun 2007. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga mengumumkan pada April lalu bahwa Israel telah menemukan teknologi baru untuk melacak terowongan.  (ra/sputniknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL