china anti terror policeBeijing, LiputanIslam.com — Sekelompok teroris dengan senjata pedang melakukan serangan brutal terhadap orang-orang di sebuah stasiun kereta api di Cina, hari Sabtu sore (1/3). 33 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

Media-media Cina menyebut serangan tersebut sebagai “serangan teroris”. Seperti diberitakan Xinhua, Minggu (2/3), massa yang disebut-sebut berpakaian hitam menyerang stasiun kereta api kota Kunming dan menebas orang-orang di dekatnya tanpa pandang bulu.

Media lokal menyebut insiden ini terorganisir, terencana seperti serangan teroris, dan dilakukan oleh orang tidak dikenal dengan membawa pedang.

Polisi yang berada di sekitar tempat kejadian saat kejadian itu berlangsung menembak mati sejumlah pelaku. Setelahnya, petugas menutup wilayah di sekitar stasiun. Sementara itu ambulan-ambulan melarikan korban luka ke rumah sakit di seluruh kota.

“Sekelompok orang yang membawa senjata menyerang stasiun kereta api dan ruang tiket, menusuk siapa pun yang mereka lihat,” kata seorang saksi mata.

Presiden Xi Jinping menyatakan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka.

Militan Xinjiang Dituding Sebagai Pelaku

Pejabat setempat menyatakan, dari sejumlah bukti yang dikumpulkan dari lokasi kejadian diduga pelaku penyerangan brutal tersebut dari kelompok militan Xinjiang.

Ini adalah pertama kalinya masyarakat dari wilayah Xinjiang disalahkan atas sebuah penyerangan skala besar, setelah sebelumnya mereka juga melakukan hal yang sama dalam tragedi Lapangan Tiananmen yang pada saat itu sempat mengguncang kepemimpinan komunis di China.

China sendiri telah meningkatkan keamanan di wilayah Xinjiang setelah beberapa saat yang lalu sebuah kendaraan menabrak wisatawan di tepi Lapangan Tiananmen yang menewaskan tiga orang. China melabeli kejadian itu sebagai serangan bunuh diri oleh gerilyawan Xinjiang. Wilayah ini dikenal sebagai rumah bagi masyarakat Muslim Uighur, dimana banyak diantara mereka secara terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya terhadap pembatasan kebebasan berbudaya dan beragama.

Menurut kantor berita Xinhua, dalam kejadian ini polisi menembak mati empat orang penyerang dan menahan satu orang. Sementara Presiden China Xi Jinping meminta agar upaya mencarian pelaku penyerangan terus dilakukan.

“Secara tegas kami akan menindak pelaku terorisme dan kami akan menghukum teroris yang melakukan penyerangan ini,” tegas Xi Jinping.

Pengguna media sosial Cina, Weibo pun secara aktif memposting gambar berdarah yang didapat dari lokasi kejadian, walaupun segera disensor oleh pemerintah, terutama yang menggambarkan penyerang. Dalam postingan tersebut terlihat bahwa dua di antaranya telah diidentifikasi oleh pengguna Weibo sebagai perempuan.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*