putri christinaMadrid, LiputanIslam.com — Raja Spanyol Felipe VI mengeluarkan dekrit pencabutan gelar kebangsawanan adik perempuannya Cristina de Borbon sebagai Duchess of Palma. Demikian pernyataan istana kerajaan Spanyol, Kamis (11/6).

Keputusan tersebut terkait dengan dugaan tindakan penggelapan pajak yang dilakukan Christina bersama suaminya Inaki Urdangarin. Demikian seperti dilansir Press TV, Jumat (12/6).

Cristina (49 tahun) dan Inaki Urdangarin dituduh melakukan tindakan pencucian uang dan penipuan. Namun belum ada kepastian sidang pengadilan terhadap mereka, meski diyakini akan digelar tahun ini.

Ini adalah kasus kejahatan pertama yang melibatkan anggota keluarga kerajaan setelah sistem monarki dipulihkan di Spanyol tahun 1975.

Kasus ini berawal dari dugaan Urdangarin dan mitra bisnisnya, Diego Torres, telah menggelapkan dana publik melalui sebuah yayasan miliknya senilai jutaan dollar selama tahun 2004-2006. Bulan November 2014 Mahkamah Agung Spanyol menolak tuduhan pencucian uang atas Christina, namun pada bulan Desember 2014 seorang jaksa yang terlibat dalam penyelidikan mengatakan bahwa Christina akan diadili atas dugaan kejahatan pajak.

Baik Cristina maupun suaminya membantah semua tuduhan terhada mereka.

Popularitas keluarga kerajaan Spanyol mengalami kemerosotan sejak terungkapnya sejumlah skandal keuangan yang melibatkan mereka, termasuk kasus yang menjerat Cristina. Akibatnya, Raja Juan Carlos, yang merupakan ayah Christina dan Raja Felipe VI mengundurkan diri bulan Juni tahun lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL