silva roussefSao Paulo, LiputanIslam.com — Kepolisian federal Brazil pada hari Jumat kemarin (4/3), menahan mantan presiden Luiz Inacio Lula da Silva untuk dimintai keterangan dalam operasi antikorupsi dan pencucian uang.

Kepolisian menyebut penerimaan dana ilegal telah dipakai untuk mendanai kampanye dan pengeluaran bagi Partai Buruh yang berkuasa, lapor Reuters  seperti dilansir Antara.

Polisi menyatakan pihaknya memiliki bukti bahwa Lula, sekutu dekat Presiden Dilma Rousseff, menerima keuntungan-keuntungan secara ilegal dari skema yang berjalan di perusahaan minyak milik negara, Petroleo Brasileiro SA (Petrobras), dalam bentuk pembayaran uang serta properti mewah.

“Mantan presiden Lula, selain sebagai pemimpin partai, merupakan orang terakhir yang memutuskan siapa yang akan menjadi direktur di Petrobras dan juga merupakan salah satu penerima keuntungan dari kejahatan ini,” kata pernyataan polisi.

“Ada bukti bahwa (aksi-aksi) kejahatan itu telah memperkaya dia dan mendanai kampanye pemilihan umum serta menjadi perbendaharaan partai politiknya.”

Pihak Lula pada hari Jumat belum memberikan komentar tentang kasus ini.

Polisi mengatakan mereka melakukan 33 penggeledahan dan penahanan terhadap 11 orang dalam langkah terbaru penyidikan, dalam operasi penggerebegan bersandi ‘Operasi Cuci Mobil’, termasuk di Bernardo do Campo tempat Lula tinggal.

Sekitar 200 polisi dan 30 auditor dari kantor pajak federal mengambil bagian dalam operasi tersebut pada hari Jumat.

Yayasan Lula mengatakan dalam sebuah pernyataan, Kamis, bahwa mantan presiden Brazil itu tidak pernah melakukan tindakan ilegal, baik sebelum, saat, atau setelah menjalani masa jabatannya sebagai presiden.

Penahanan terhadap Lula, sejauh ini, akan menjadi peristiwa terbesar dalam sejarah penyelidikan terhadap dugaan korupsi di Petrobras. Investigasi tersebut telah menjerat sejumlah anggota parlemen serta pemimpin bisnis kuat di Brazil.

Lula menjabat sebagai presiden Brazil dari tahun 2003 hingga 2010. Periode itu dicurigai jaksa sebagai masa-masa sebagian besar praktik korupsi berlangsung.

Penahanan terhadap Lula akan menodai reputasinya sebagai pemimpin paling dicintai dalam sejarah modern Brazil serta mengancam pemerintahan pengganti, sekaligus anak didiknya, Dilma Rousseff.

Rousseff sendiri juga telah berkali-kali membantah melakukan tindakan ilegal.

Media Brazil melaporkan, Kamis, bahwa senator dari partai berkuasa Delcidio Amaral diduga menarik presiden dan Lula ke dalam skandal yang mencekik Petrobras.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL