presiden pantai gadingYamoussoukro, LiputanIslam.com — Mantan ibu negara Pantai Gading, Simone Gbagbo, mulai diadili dalam perkara kekerasan paska pemilu tahun 2009 yang menewaskan ribuan orang. Sementara suaminya, mantan presiden Laurent Gbagbo tengah menunggu persidangan Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) dalam kasus yang sama.

Sebagaimana dilansir BBC News, Jumat (26/12) petang, Simone diadili bersama 82 pendukung suaminya, di antaranya mantan Perdana Menteri Gilbert Ake N’Gbo dan pimpinan partai Ivorian Popular Front (FPI) Affi N’Guessan.

Diperkirakan sekitar 3.000 orang tewas dalam aksi kekerasan yang terjadi paska pemilu 2009, ketika Presiden Gbagdo dan pendukung-pendukungnya menolak mengakui kekalahan dalam pemilu.

Buntut dari kerusuhan itu pada tahun 2011 Laurent Gbagbo harus menjalani penahanan rumah. Ia dituduh telah melakukan kejahatan “mengancam keamanan negara”.

Laurent Gbagbo sendiri harus menghadapi 4 dakwaan sekaligus di pengadilan internasional, termasuk pembunuhan, pemerkosaan, penindasan. Gbagbo (69 tahun) akan menjadi mantan kepala negara pertama yang disidangkan di Pengadilan ICC di Den Haag, Belanda.

ICC sebenarnya juga telah menjatuhkan dakwaan terhadap Simone, namun pemerintah Pantai Gading menolak untuk menyerahkannya ke ICC dan berkukuh akan mengadilinya di pengadilan setempat.

Simone ditangkap bersama suaminya tahun 2011 setelah tentara menyerbu tempat persembunyian mereka, menyusul serbuan tentara terhadap rumah mereka di kota Abidjan.

Kerusuhan pecah tahun 2010 setelah Laurent Gbagbo menolak menyerahkan kekuasaan kepada rivalnya, Alassane Ouattara, yang dinyatakan sebagai pemenang pemilu akhir tahun 2009. Namun kekuasaannya berakhir setelah militer yang didukung Perancis dan PBB menjatuhkan kekuasaannya dan menempatkan Quattara sebagai presiden baru tahun 2011.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL