agnes sallParis, LiputanIslam.com — Seorang pejabat kebudayaan Perancis dipecat dari jabatannya karena dianggap terlalu boros.

Agnes Sall dipecat sebagai Kepala Arsip TV dan Radio Departemen Kebudayaan Perancis setelah diketahui menghabiskan anggaran hampir senilai Rp 600 juta (€40.000) selama 10 bulan saja. Ia berdalih pekerjaannya menuntutnya untuk banyak bepergian dengan taksi meski ia telah memiliki mobil pribadi dan sopirnya.

Namun akhirnya ia juga mengakui bahwa putranya bertanggungjawab atas penggunaan biaya sebesar €6.700, namun ia mengaku telah mengembalikan uang itu.

Dalam pengakuannya kepada surat kabar Perancis Le Figaro, Minggu (26/4), ia mengakui menggunakan identitas pribadinya untuk keperluan dinas adalah sebuah kesalahan, namun ia terpaksa harus sering menyewa taksi karena tidak ingin mengganggu jam kerja sopirnya.

“Karena saya tidak bisa memaksanya bekerja 12 hingga 15 jam termasuk hari libur, saya harus menyewa taxi karena saya tidak memiliki SIM,” katanya, seperti dilansir BBC News, Rabu (29/4).

Pada hari Selasa (28/4) Menteri Kebudayaan Fleur Pellerin meminta Saal untuk mundur dengan segera, demikian pernyataan kementrian tersebut hari itu.

Tahun lalu Saal ditunjuk sebagai ketua National Audiovisual Institute (INA), sebuah lembaga yang bertanggungjawab menjaga dan mempromosikan warisan program-program radio dan TV Perancis. Ia menggantikan Mathieu Gallet, yang kini menjadi pimpinan radio pemerintah, Radio France, dan saat ini tengah terlibat skandal pemborosan dimana ia menghabiskan €100.000 untuk renovasi kantornya dan membayar €90.000 untuk konsultan humas.

Bulan ini para pegawai Radio France mengakhiri aksi mogok yang berlangsung selama 28 hari terkait dengan kepemimpinan Gallet.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL