prtJakarta, LiputanIslam.com — Teka-teki tentang identitas perwira tinggi Polri yang istrinya menjadi terduga pelaku penganiayaan terhadap belasan PRT, akhirnya terkuak.

Menurut Kepala Polisi Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, rumah tempat kejadian penganiayaan belasan PRT yang menjadi pemberitaan media-media massa tersebut adalah milik Brigadir Jenderal Purnawirawan Mangisi Situmorang.

“Beliau sudah pensiun dan jabatan terakhir sebagai Kapuslitbang di Mabes Polri,” kata Iriawan.

Sementara itu Yuliana Lewer (YL), salah seorang pekerja rumah tangga di rumah keluarga Brigjen Mangisi Situmorang, akhirnya melaporkan majikan perempuannya atas tindakan kekerasan kepada polisi. Syamsul Alam Agus, aktivis LBH Keadilan Bogor Raya yang mendampingi Yuliana mengatakan perempuan asal Maluku Tenggara ini sempat takut melaporkan majikannya karena diancam.

“Ibu YL juga bekerja di rumah ibu terlapor di Medan. Setiap kali dihukum, YL diancam ibunya akan dibunuh. Dia takut,” kata Alam kepada media, Kamis (20/2).

Alam mengatakan Yuliana juga melihat beberapa temannya yang berusaha melarikan diri juga gagal dan dihukum majikannya. Yuliana akhirnya berhasil keluar dari majikannya karena dijemput oleh saudaranya dan pengurus RT setempat.

Alam mengatakan para pekerja rumah tangga di rumah terlapor tak diberi kesempatan untuk mengontak orang-orang di luar rumah tersebut.

“YL sembunyi-sembunyi mengontak keluarganya di Maluku Tenggara untuk minta bantuan. Waktu ketahuan, terlapor mengambil dan merusak ponsel YL,” kata Alam.

Alam mengatakan pada saat dilaporkan, pasangan suami istri ini mempekerjakan 16 orang asisten rumah tangga. Alam mengatakan para pekerja rumah tangga ini sering tak diberi makan jika menurut sang nyonya melakukan kesalahan. Gaji para pekerja juga tak dibayarkan.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie mengatakan pelapor tak melarikan diri dari rumah majikannya. “Ketika YL meninggalkan rumah juga atas persetujuan, bukan melarikan diri. Artinya, MS mempersilakan pelapor untuk dijemput keluarganya,” kata Ronny.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL